Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
20 February 2026 18:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati tarif ekspor Indonesia ke pasar AS sebesar 19%, turun dari tarif awal 32% yang sebelumnya dikenakan Washington.
Pada saat yang sama, Indonesia membuka 99% hambatan tarif bagi produk Amerika Serikat. Kesepakatan diteken oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer pada Jumat (20/02) pagi WIB. Perjanjian berlaku 90 hari setelah proses hukum di kedua negara rampung dan akan dikonsultasikan dengan DPR.
Pada sisi tarif, seluruh ekspor Indonesia ke AS dikenai tarif dasar 19%, dengan pengecualian tarif 0% untuk produk tertentu. Komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, dan kakao termasuk dalam kategori pengecualian tersebut.
Daftar produk yang menjadi perhatian dalam struktur perdagangan mencakup minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, pesawat terbang, tekstil dan apparel, serta komoditas pangan seperti gandum dan kedelai. Struktur tarif ini menjadi dasar baru bagi daya saing produk Indonesia di pasar AS.
Sebaliknya, Indonesia membuka 99% hambatan tarif bagi produk AS di berbagai sektor, termasuk pertanian, kesehatan, makanan laut, teknologi informasi dan komunikasi, otomotif, serta bahan kimia. Dengan cakupan seluas itu, akses pasar domestik bagi produk Amerika Serikat menjadi hampir penuh setelah perjanjian efektif.
Struktur kesepakatan tidak berhenti pada tarif.
Dalam dokumen perjanjian yang dipublikasikan Whitehouse 02.19.26 US-IDN ART Full Agreement - US Final for Website sanitized, Annex IV: Purchase Commitments, Indonesia berkomitmen membeli produk dan jasa dari Amerika Serikat senilai total US$ 33 miliar. Angka ini terbagi dalam tiga kelompok utama: energi, aviasi, dan produk pertanian.
Pada sektor energi, Indonesia menyanggupi pembelian senilai US$ 15 miliar.
Cakupannya meliputi LNG, minyak mentah, produk kilang, serta LPG. Annex IV tidak membatasi pada satu kontrak tertentu, melainkan akumulasi transaksi dalam periode implementasi.
Pembelian dilakukan melalui entitas Indonesia yang ditunjuk pemerintah, termasuk BUMN sektor energi dan perusahaan komersial terkait. Dengan nilai sebesar itu, porsi impor energi dari AS berpotensi meningkat tajam dibanding pola sebelumnya, tergantung realisasi kontrak dan kebutuhan domestik.
Di sektor penerbangan, komitmen mencapai US$ 13,5 miliar.
Nilai ini mencakup pembelian pesawat komersial, suku cadang, layanan perawatan, pelatihan, serta dukungan teknis. Perusahaan yang dirujuk dalam konteks ini adalah Boeing. Transaksi bersifat multi-tahun dan terkait langsung dengan belanja modal maskapai maupun entitas penerbangan nasional. Artinya, realisasi komitmen tidak terjadi sekaligus, tetapi mengikuti jadwal pengadaan dan kontrak layanan jangka panjang.
Untuk sektor pertanian, Indonesia mencantumkan pembelian senilai US$ 4,5 miliar.
Produk yang termasuk dalam cakupan antara lain gandum, kedelai, hortikultura, serta komoditas pangan lain yang disepakati kedua pihak. Realisasi dapat dilakukan melalui BUMN pangan atau importir swasta yang difasilitasi pemerintah. Mengingat gandum dan kedelai merupakan bahan baku utama industri pangan domestik, komitmen ini akan tercermin pada arus impor bahan pangan dalam beberapa tahun ke depan.
MoU Turunan Kerja sama
Di luar pembelian barang dan jasa, mencatat penandatanganan nota kesepahaman. Bagian ini tidak masuk dalam nilai US$33 miliar atau sekitar Rp556,38 triliun (asumsi kurs Rp16.860/ US$, data penutupan perdagangan hari Jumat, 20/2/2026) tersebut di atas. Tapi ditempatkan dalam kerangka penguatan kerja sama ekonomi bilateral.
Lengkapnya, sehari sebelum perjanjian ditandatangani Rabu (18/2/2026), pemerintah telah terlebih dahulu meneken 11 nota kesepahaman (MoU) yang sebagai turunan kerja sama perdagangan resiprokal di beberapa sektor. Airlangga menyebut nilai total MoU tersebut sekitar US$38,4 miliar atau setara dengan Rp648,19 triliun (asumsi kurs Rp16.880/US$), dengan cakupan mulai dari sektor pertanian, energi, hingga teknologi. Sejumlah kesepakatan dalam paket MoU antara lain pengembangan mineral kritis, perpanjangan kerja sama terkait Freeport, pembelian komoditas pertanian seperti jagung dan kapas, kerja sama bahan baku shredded worn clothes, sektor furnitur, sampai hilirisasi silika untuk produksi semikonduktor. Di luar itu, ada pula kerja sama antarkawasan industri serta perdagangan dengan perusahaan-perusahaan AS.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182679/original/046922700_1744100626-Timnas_Indonesia_-_Beragam_ekspresi_Nova_Arianto_copy.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)



