Susi Setiawati, CNBC Indonesia
23 February 2026 08:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan pasar saham RI pada Senin hari ini (23/2/2026) tampaknya bisa hijau lagi, berbagai sentimen positif sudah mulai datang.
Pada Jumat pekan lalu (20/2/2026), IHSG koreksi tipis 0,03% ke posisi 8.271,77. Selama lima hari perdagangan, pergerakan indeks masih bertahan di atas level 8000.
Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini sedang dipersimpangan alias tertahan resistance MA20 daily, jika tidak mampu ke atas 8400, ada potensi bergerak konsolidasi dengan support yang diantisipasi di level 7800.
Namun, jika penguatan terjadi pada hari ini menembus resistance itu, ada potensi IHSG menutup gap dulu ke resistance selanjutnya di level 8700.
Penguatan IHSG kemungkinan besar bisa terjadi berkat beberapa sentimen positif yang mulai mewarnai pasar.
Kabar pertama datang dari negeri Paman Sam terkait kebijakan tarif era Donald Trump. Mahkamah Agung AS pekan lalu memutuskan bahwa kebijakan tarif tersebut dinyatakan tidak sah.
Meski ke depan tetap terbuka kemungkinan adanya tarif atau kebijakan dagang baru antara AS dan negara-negara mitra, keputusan ini memberi satu kepastian penting: tekanan tarif besar-besaran seperti sebelumnya sudah mereda.
Selain itu, pasar kemungkinan besar sudah priced in terhadap risiko perang dagang. Artinya, jika nanti muncul kebijakan tarif baru, dampaknya diperkirakan tidak akan mengguncang pasar sekuat periode April tahun lalu.
Adapun update terbaru, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif global baru sebesar 15%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang sempat mencapai puluhan hingga ratusan persen.
Khusus untuk Indonesia, sehari sebelum keputusan Mahkamah Agung, telah terjadi penurunan tarif dari 32% menjadi 19%. Namun, terdapat pengecualian untuk beberapa produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, karet, dan tekstil dalam akses masuk ke pasar AS.
Kalau negara lain bisa dapat tarif hanya 10%, seharusnya masih akan ada pembicaraan lagi mengenai tarif resiprokal antara AS dan Indonesia.
Kabar kedua, datang dari update reformasi bursa RI sudah kian menunjukkan progress baik.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa BEI siap memenuhi seluruh rekomendasi dari global index provider sebagai bagian dari upaya pembenahan pasar modal Indonesia.
"Kita siap untuk memastikan bahwa kita sudah dapat memenuhi seluruh ekspektasi dari global indeks provider. Sudah sesuai (permintaan MSCI), kita akan mendeliver apa yang ada di proposal kita sesuai dengan jadwal," ujarnya dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026).
Jeffrey menjelaskan, salah satu agenda utama yang kini sudah memasuki tahap akhir adalah kebijakan pemungkapan pemegang saham minimal 1% serta granularisasi data kepemilikan saham.
Selain itu, aturan pencatatan saham terkait ketentuan free float minimal 15% telah menyelesaikan proses penyusunan regulasi per 19 Februari dan saat ini masuk ke tahap lanjutan di internal bursa.
"Kemudian untuk peraturan percatatan yang terkait dengan free flow 15% itu per tanggal 19 kemarin sudah selesai proses rule making rule. Saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa yang kemudian nanti draft final akan kami ajukan ke OJK," ungkap Jeffrey.
BEI juga sedang memfinalisasi metodologi dan standar operasional prosedur (SOP) untuk penyusunan shareholder concentration list, yaitu daftar saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi.
Menurut Jeffrey, daftar tersebut akan disusun oleh komite lintas divisi dan lintas self-regulatory organization (SRO) agar prosesnya transparan, objektif, serta akuntabel.
Reformasi ini dinilai krusial untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Dukungan dari penyedia indeks internasional seperti MSCI menjadi sinyal positif bahwa langkah yang ditempuh BEI telah sejalan dengan praktik terbaik internasional.
Kabar ketiga, juga masih ada kaitannya dengan reformasi bursa yaitu pengkajian ulang skema full call auction (FCA) yang ditargetkan selesai pada kuartal kedua tahun ini.
Full Call Auction adalah mekanisme perdagangan khusus di mana seluruh order beli dan jual pada saham tertentu dikumpulkan terlebih dahulu, lalu dieksekusi sekaligus pada satu harga yang ditetapkan berdasarkan titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Sistem ini berbeda dengan perdagangan berkelanjutan (continuous trading) yang biasanya berjalan sepanjang sesi pasar.
Jeffrey juga menyampaikan bahwa proses peninjauan ini membuka kemungkinan perubahan pada skema perdagangan, termasuk opsi untuk mengembalikan saham yang sebelumnya masuk ke dalam FCA kembali ke mekanisme continuous trading jika dianggap lebih sesuai. Namun, proses kajian masih berjalan dan hasil akhirnya akan diputuskan setelah evaluasi komprehensif selesai dilakukan.
Secara keseluruhan, langkah ini bagian dari reformasi pasar modal yang lebih luas untuk meningkatkan efektivitas perdagangan, likuiditas pasar, serta menarik kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)