Drama Paspoortgate Memasuki Titik Terang, 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda Bisa Main Lagi dalam Hitungan Pekan?

5 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Suatu usaha sedang diperjuangkan di Belanda supaya empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia dan pemain lainnya yang terseret dalam kasus "paspoortgate" di Belanda bisa bermain lagi dalam waktu dekat.

Jurnalis ESPN, Christian Willaert, dalam siniar Voetbalpraat mengungkapkan sejumlah pihak terkait sedang memikirkan solusi untuk pemain yang tumbuh besar di Belanda agar mendapatkan izin tinggal permanen.

"Ada harapan besar bahwa para pemain yang terdampak 'paspoortgate' akan kembali memenuhi syarat bermain dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mengikuti aturan untuk pemain non-Uni Eropa," tulis ESPN Belanda.

"Dengan cara itu, mereka tidak perlu memiliki izin kerja dan juga tidak harus memenuhi syarat gaji tinggi, namun tetap bisa bermain untuk negara seperti Indonesia atau Suriname," jelas ESPN Belanda.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ada Harapan

Eredivisie CV (ECV), organisasi yang mewakili klub-klub yang bermain di liga tertinggi Belanda, disebut terus mencari jalan keluar dan berkoordinasi dengan instansi pemerintah Belanda, termasuk Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND).

"Ada harapan bahwa solusi yang tepat bisa ditemukan dalam waktu relatif singkat, meski Willaert menegaskan belum ada kepastian," ungkap ESPN Belanda.

Masih dalam artikel ESPN Belanda itu, Willaert berbagi cerita terkait pemain yang dibujuk dengan alasan tidak benar untuk memilih karier internasional tertentu.

"Perwakilan yang membujuk mereka mengatakan mereka harus segera mengajukan paspor Belanda, sehingga selama sepuluh tahun ke depan mereka bisa bebas bepergian di Eropa dan tidak mengalami masalah dengan izin kerja," tuturnya.

Seharusnya Berikan Dukungan

Willaert memandang bahwa kondisi itu bisa menjadi pertimbangan hakim jika terjadi proses hukum. "Hukum Belanda juga selalu melihat aspek kewajaran dan keadilan," ucapnya.

"Jika aturan itu diterapkan dengan sangat ketat, para pemain bisa saja berakhir hanya bermain di level kedua Belgia dengan gaji minimum," ibuhnya.

Willaert juga kaget dengan sikap dari organisasi yang mewakili klub-klub sepak bola profesional di Belanda atau FBO yang mendorong setiap klub untuk tidak melibatkan pemainnya dalam latihan dan pertandingan.

"Seharusnya bisa ditegaskan bahwa mereka mendukung status kelayakan bermain yang telah diberikan di awal musim. Saya cukup terkejut mereka tidak melakukan itu," katanya.

4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Sementara itu, empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang tersangkut kasus paspoortgate di Belanda ialah Dean James dari Go Ahead Eagles, Justin Hubner dari Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On dari Willem II, dan Tim Geypens dari FC Emmen.

Untuk sementara waktu, keempatnya terpaksa dinonaktifkan oleh klubnya masing-masing.

Eredivisie juga telah mendata sekitar 25 pemain putra dan putri Liga Belanda, tidak hanya berpaspor Indonesia, namun juga Suriname dan negara lainnya.

Daftar itu diserahkan ke Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) untuk dilakukan penilaian, dengan risiko terburuknya akan tercatat sebagai pemain non-Uni Eropa.

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula dari aduan NAC Breda setelah dihajar Go Ahead Eagles 0-6 dalam pekan ke-27 Eredivisie 2025/2026 di De Adelaarshorst, Deventer, pada 15 Maret 2026.

NAC Breda mempertanyakan status Dean James, yang telah dinaturalisasi Timnas Indonesia, tetapi diduga tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-EU.

NAC Breda, yang melaporkan kejadian ini ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), curiga Dean James tidak punya izin kerja hingga gaji minimal 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun sebagai kriteria pemain non-EU di Eredivisie.

Sumber: ESPN Belanda

Read Entire Article
| | | |