Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa program nuklir negaranya, termasuk pengayaan uranium, tetap berlanjut sebagai hak kedaulatan bangsa. Teheran bersikeras bahwa aktivitas nuklir tersebut sepenuhnya ditujukan untuk keperluan energi dan tujuan damai lainnya.
Boroujerdi menekankan bahwa tanpa proses pengayaan, sebuah program nuklir tidak memiliki arti fungsional bagi kemajuan teknologi negara. Oleh karena itu, Iran menolak segala bentuk dikte dari negara luar mengenai batas persentase pengayaan mereka.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun mendikte kami berapa persen atau bagaimana kami bisa memiliki pengayaan. Ini adalah negara yang merdeka, bebas, dan kuat," tutur Boroujerdi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ketegangan nuklir ini kembali memanas setelah laporan IAEA awal tahun ini menunjukkan Iran telah mengoperasikan kembali infrastruktur di fasilitas Natanz yang sempat rusak. Dengan pengaktifan kembali mekanisme sanksi "snapback" oleh PBB sejak akhir 2025, Iran merespons dengan meningkatkan level pengayaan uranium yang dikhawatirkan Barat semakin mendekati tingkat persenjataan (weapons-grade).
Meskipun bersikap tegas, Iran menyatakan siap bekerja sama dengan organisasi internasional untuk membuktikan secara transparan bahwa mereka tidak memiliki agenda pembuatan senjata nuklir. Namun, keterbukaan tersebut disertai syarat adanya kepercayaan timbal balik dan perlindungan terhadap fasilitas mereka dari sabotase.
"Kami siap bekerja sama dengan dunia untuk membuktikan bahwa program kami 100% damai. Kami siap bekerja sama dengan organisasi internasional untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan menuju bom," jelasnya.
Pihak Iran juga mengkritik standar ganda IAEA yang dinilai bungkam saat fasilitas nuklir damai mereka diserang oleh pihak asing. Teheran menuntut pengakuan internasional atas sifat damai program mereka sebelum membuka akses inspeksi yang lebih luas.
Iran menegaskan kembali bahwa posisi mereka setara dengan negara berdaulat lainnya dalam hal hak pengembangan energi. Boroujerdi menutup dengan menyatakan bahwa pengembangan teknologi nuklir adalah kunci kesejahteraan masa depan Iran yang tidak bisa diganggu gugat.
"Tapi kami tidak akan membiarkan siapa pun mendikte kami berapa persen atau bagaimana kami bisa memiliki pengayaan atau bagaimana kami tidak bisa. Ini adalah negara yang merdeka, bebas, dan kuat yang memutuskan untuk dirinya sendiri, sama seperti Indonesia dan negara merdeka lainnya," tandasnya.
(tps)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)








