Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan adanya potensi gangguan pada stabilitas pasar mineral global jika operasional tambang Grasberg di Papua terhenti.
Sebagai salah satu barometer pertambangan dunia, tambang Grasberg selalu menjadi perhatian pasar global. Pasalnya, sebagai produsen tembaga terbesar kedua dunia dan produsen emas terbesar dunia, tambang Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia ini akan berdampak pada stabilitas harga komoditas di masa depan.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mencontohkan, gejolak pasar global ini sempat terjadi pada tahun lalu, yakni ketika terjadinya insiden longsor pada tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 lalu.
Insiden ini berdampak pada dihentikannya sementara operasional tambang. Imbasnya, harga komoditas tembaga di pasar global terkerek naik karena kekurangan pasokan dari tambang Freeport ini.
Oleh karena itu, dia pun menekankan pentingnya kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI setelah 2041. Pasalnya, ini akan berdampak pada kepastian pasokan tembaga dunia di masa depan.
"Jadi ini menimbulkan harapan di dunia internasional, bukan saja bagi investor yang tertarik untuk invest baik secara langsung di PTFI maupun melalui Freeport-McMoRan dalam membeli saham stock-nya dan lain sebagainya. Dan tentu saja ini ada juga pihak-pihak yang berkepentingan untuk memastikan ada nggak tembaga nanti 15 tahun dari sekarang," tuturnya di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Jumat (21/8/2026).
"Karena begitu kita berhenti produksi ini pasti akan menggoyangkan pasar juga, pasar dunia ya, pada saat kita terjadi insiden di bulan September dan kita putuskan bahwa kita berhentikan seluruh operasi kita fokus mencari korban yang masih belum ditemukan itu terjadi gejolak sedikit," imbuhnya.
Lebih lanjut, dampak ekonomi yang hilang jika produksi berhenti juga dinilai besar, mengingat kontribusi PTFI kepada negara diproyeksikan mencapai Rp 120 triliun per tahun saat kapasitas penuh.
Selain itu, pihaknya menilai tembaga sebagai logam masa depan sangat dibutuhkan dunia untuk membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan, serta manufaktur mobil listrik dalam skala jutaan unit.
"Tembaga ini adalah logam masa depan ini sekarang hampir seluruh dunia tuh berlomba-lomba mencari tembaga karena mereka juga berlomba-lomba untuk membangun renewable power plant. Power plant itu kalau nggak ada tembaga tuh nggak akan sampai ke konsumen," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5565481/original/085449300_1777026239-20260424BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569659/original/041138100_1777452638-Paul_Munster_vs_Bojan_Hodak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3162385/original/022516600_1593078778-20200625IQ_The_Jakmania_Esport_08.JPG)