Ekonom Ungkap '3 Jurus' Agar Pemerintah Bisa Jaga Defisit di Bawah 3%

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC indonesia - Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pemerintah perlu memiliki strategi yang tepat untuk menjaga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak tembus 3% terhadap PDB sesuai dengan batasan yang tertera dalam UU Keuangan Negara.

Menurutnya, tekanan terhadap fiskal sudah terlihat sejak awal tahun, tercermin dari realisasi defisit hingga Maret yang mencapai sekitar Rp 240,1 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar Rp 104,2 triliun.

"Nah jadi artinya kan defisitnya udah jauh lebih lebar. Pelebaran defisitnya bahkan terjadi sebelum perang. Sebelum perang itu udah lebih lebar ya," ujar Faisal kepada pewarta usai acara Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Kendati demikian, peluang defisit berada di bawah 3% tetap ada walaupun akan sedikit melebar jika dibandingkan dengan asumsi dasar ekonomi makro APBN 2026. "Salah satunya adalah, opsinya adalah memang dilebarkan defisitnya. Lebih dekat ke 3%. Tapi tidak sampai 3%," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Faisal menekankan pentingnya penerapan tiga langkah utama. Yakni efisiensi, refocusing dan relokasi anggaran. Melalui efisiensi, pemerintah perlu memastikan belanja negara lebih selektif untuk menekan pemborosan. Efisiensi ini tentu perlu dibarengi oleh mengubah fokus belanja pemerintah.

"Kalau cuma efisiensi aja nggak cukup. Karena kan dari awal udah lebar defisitnya. Tapi harus ada refocusing juga," ujarnya.

Selain itu, relokasi anggaran ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung terhadap penerimaan maupun pertumbuhan ekonomi perlu menjadi fokus pemerintah.

SAL Jadi Opsi Terakhir

Dalam kesempatan yang sama, Faisal pun menekankan bahwa opsi penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dapat digunakan sebagai bantalan tambahan. Namun, bukan pilihan utama dalam strategi fiskal pemerintah.

"Itu salah satu opsinya menurut saya. Tapi itu saya kira kan juga bukan yang opsi yang pertama," ujarnya.

Dirinya pun mengingatkan bahwa kondisi SAL saat ini tidak sebesar sebelumnya, sehingga kontribusinya terbatas.

Seperti yang diketahui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sisa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan dikelola berada di kisaran Rp 420 triliun, meskipun sebagian ditempatkan di perbankan.

Secara rinci pemerintah telah menaruh dana SAL di perbankan sebesar Rp300 triliun dan Rp 100 triliun lainnya berada di Bank Indonesia.

"Tapi jangan lupa sal juga kan nggak sebesar yang tahun lalu ya. Sekarang kan udah makin tipis juga. Jadi dia sebagai opsi berikutnya itu diperlukan. Tapi dia tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri," ujar Faisal.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |