Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah lembaga internasional memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan bergerak di kisaran 5% pada 2026. Meskipun dalam proyeksi mereka perekonomian RI akan melaju sedikit lebih tinggi dibanding 2025.
Dana Moneter Indonesia alias IMF misalnya, yang memperkirakan ekonomi masih akan tumbuh sebesar 5% pada 2025, dan naik sedikit menjadi 5,1%. Lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2025 dan 2026 yang masing-masing sebesar 5,2% dan 5,4%.
Dengan laju pertumbuhan itu, IMF menyebut Indonesia sebagai negara "bright spot" atau titik terang di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global. Penilaian itu mereka umumkan setelah menggelar misi konsultasi Pasal IV 2025 di Indonesia yang dipimpin Kepala Misi IMF Maria Gonzalez pada 3-12 November 2025.
"Indonesia tetap menjadi titik terang global, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang, dan inflasi diperkirakan tetap stabil dalam kisaran sasaran," dikutip dari siaran pers IMF No. 25/375, Jumat (2/1/2025).
Inflasi umum tanah air pun IMF sebut masih terjangkar dengan baik dan diproyeksikan akan konvergen menuju titik tengah kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%. Defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali dengan baik pada tahun 2025-2026, dengan cadangan devisa yang memadai.
IMF juga menganggap pelonggaran kebijakan moneter melalui pemangkasan suku bunga acuan BI Rate, dengan penyelarasan kembali berbagai instrumen BI ke arah yang suportif, merupakan langkah yang tepat. Pemotongan suku bunga 150 bps dan langkah-langkah peningkatan likuiditas akan secara bertahap memperkuat pertumbuhan kredit; permintaan kredit akan didorong oleh upaya untuk mendukung kepercayaan dan prediktabilitas kebijakan.
"Ke depannya, mungkin ada ruang untuk beberapa pemotongan suku bunga kebijakan lebih lanjut. Tingkat dan laju pemotongan tersebut harus terus bergantung pada data, mempertimbangkan efek tertunda dari tindakan BI yang telah diambil, dan memperhitungkan impuls fiskal yang suportif serta kebutuhan untuk menjaga ruang terhadap guncangan eksternal," kata IMF.
Sementara itu, Bank Dunia atau World Bank dalam Indonesia Economic Porspects (IEP) edisi Desember 2025 mengerek naik proyeksi pertumbuhan ekonomi dari yang sebelumnya telah diumumkan pada Juni 2025. Meskipun, mereka menganggap ekonomi Indonesia masih hanya bergerak di kisaran 5%.
Dalam ramalan terbarunya, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 5% pada 2025-2026, sebagaimana proyeksi yang telah dilakukan pada 2023-2024. Lalu, pada 2027 baru akan mengalami pertumbuhan ke level 5,2% secara tahunan.
Level pertumbuhan ini naik pesat dibanding proyeksi sebelumnya dalam IEP edisi Juni 2025 yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4,7% pada 2025, 4,8% 2026, dan 5% pada 2027. Lebih rendah dari laju pertumbuhan 2024 di kisaran 5%.
"Pertumbuhan PDB bertahan di kisaran 5% per tahun secara tahunan, sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata negara berpendapatan menengah. Ini merupakan kabar baik," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk saat peluncuran IEP edisi Desember 2025 di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Bank Dunia mendasari laju pertumbuhan di kisaran 5% itu dari kinerja ekspor dan investasi yang kuat sepanjang tahun ini. Didukung oleh percepatan pengiriman ekspor dan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas, khususnya minyak kelapa sawit, besi, baja, dan emas.
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh investasi dan ekspor yang mampu mengimbangi tren konsumsi swasta yang sedikit melemah. Pertumbuhan juga relatif berbasis luas, dengan sektor jasa yang didukung oleh stimulus fiskal serta produksi pertanian yang kembali meningkat secara signifikan," ucap Carolyn.
Bank Dunia juga menganggap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) turut berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin (secara kumulatif sejak September 2024) menjadi 4,75%.
Secara keseluruhan, Bank Dunia memperkirakan, laju pertumbuhan 5% pada 2025-2026 itu ditopang oleh kinerja ekspor yang mampu tumbuh 7% pada 2025 dan 5,6% pada 2026. Investasi akan tumbuh 6,1% pada 2025 dan 6,2% pada 2026. Sementara itu konsumsi swasta hanya tumbuh 4,9%, dan konsumsi pemerintah 0,1% serta makin cepat tumbuhnya pada 2026 menjadi 5,8%.
Asian Development Bank (ADB) juga telah mengerek ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025-2026. Namun, laju pertumbuhan ini belum mampu menyaingi negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, maupun India.
Dalam proyeksi terbarunya yang termuat dalam Asian Development Outlook (ADO) Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini direvisi ke level 5% dari outlook sebelumnya yang dilakukan per September 2025 sebesar 4,9%. Lalu, 2026 menjadi 5,1% dari sebelumnya 5%.
ADB menyebut, kenaikan proyeksi terhadap ekonomi RI ini didasari dari kinerja ekspor yang masih kuat, perbaikan belanja pemerintah yang telah meningkat, hingga konsumsi dalam negeri yang akan ditopang oleh berbagai stimulus fiskal dan moneter.
"PMI (Purchasing Manager's Index) naik di atas level 50 dari Agustus hingga Oktober, menandakan ekspansi aktivitas industri. Belanja pemerintah meningkat melalui pelaksanaan anggaran yang lebih baik dan stimulus, meskipun investasi dan konsumsi rumah tangga mengalami moderasi setelah kenaikan pada periode sebelumnya," dikutip dari laporan terbaru ADB, Rabu (10/12/2025).
Bila dibanding beberapa negara, proyeksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh ADB ini masih kalah dengan Vietnam yang menjadi tercepat di Asia dengan proyeksi pada 2025 mencapai 7,5% dari sebelumnya hanya 6,7%. Meskipun pada 2026 diperkirakan hanya akan mencapai 6,4% dari sebelumnya 6%.
ADB mengatakan, laju pertumbuhan Vietnam ini merupakan buah dari kinerja sektor manufaktur yang berorientasi ekspor terus diuntungkan oleh permintaan eksternal yang tangguh, sementara kinerja sektor jasa domestik yang kuat mendukung pertumbuhan PDB.
"Faktor-faktor ini, dikombinasikan dengan peningkatan berkelanjutan dalam penyaluran investasi publik dan reformasi yang menargetkan proyek-proyek transportasi prioritas nasional, diharapkan akan semakin mendorong aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan mendatang," kata ADB.
Negara dengan pertumbuhan lebih cepat dari RI di kawasan Asia Tenggara lainnya ialah Filipina yang pada 2026 akan mencapai 5,3%, tapi lajunya lebih lambat dari perkiraan sebelumnya 5,7%. Untuk 2025 pertumbuhannya akan serupa Indonesia di kisaran 5%, revisi ke bawah sangat dalam dari proyeksi sebelumnya 5,6%.
Laju pertumbuhan Filipina ini menurut ADB ditopang tingkat pengangguran yang rendah (3,8% pada September 2025) dan kinerja remitansi yang stabil. Selain itu, inflasi yang rendah dan pelonggaran moneter yang berkelanjutan diperkirakan akan mempertahankan permintaan domestik, mendukung pertumbuhan yang lebih kuat pada 2026.
Sedangkan untuk India, ADB memperkirakan pertumbuhannya pada 2025 akan mencapai 7,2% dari sebelumnya hanya diperkirakan di level 6,5%. Sedangkan pada 2026 proyeksinya tetap di level 6,5%.
"Pertumbuhan yang kuat disebabkan oleh ekspansi yang kuat dari sektor manufaktur dan jasa untuk sisi penawaran di India, serta konsumsi dan investasi di sisi permintaan. Ekspor tetap tangguh karena peningkatan produksi menjelang kenaikan tarif AS dan diversifikasi ke pasar non-AS," tulis ADB.
Dibanding negara lain, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh lebih cepat. China misalnya, ADB perkirakan hanya akan tumbuh 4,8% pada 2025, dan 2026 menyusut ke level 4,3%.
Malaysia pertumbuhannya hanya akan di level 4,5% pada 2025 dan menjadi 4,3% pada 2026, sedangkan Thailand 2% pada 2025 dan 2026 di level 1,6%. Singapura 4,1% pada 2025 dan 2026 menjadi 2,1%.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)






