Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekspor Februari 2026 mencapai US$ 22,17 miliar atau naik 1,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ekspor mencapai US$22,17 miliar," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026)
Pada Februari 2026, komoditas logam dan mineral mengalami peningkatan secara tahunan. Harga logam didorong kenaikan harga emas. Sementara energi menurun secara tahunan.
Secara kumulatif, ekspor Januari dan Februari mencapai US$44,32 miliar atau tumbuh 2,19%. Kelompok non migas menyumbang US$ 42,35 miliar atau tumbuh 2,82%.
(mij/mij)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

