Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
05 July 2026 21:15
Jakarta, CNBC Indonesia — Fenomena El Nino kembali terbentuk pada Juni 2026. Kemunculannya memicu kewaspadaan karena berpotensi memperpanjang musim kemarau di Indonesia dan kembali mendorong kenaikan suhu global setelah lautan dunia mencatat rekor panas dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Visual Capitalist yang mengutip data NOAA, National Centers for Environmental Information (NCEI), dan Golden Gate Weather Services, Minggu (5/7/2026) pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis telah melewati ambang batas pembentukan El Nino.
Lembaga prakiraan cuaca Amerika Serikat itu memperkirakan intensitasnya masih akan menguat hingga musim dingin belahan bumi utara 2026-2027, meski besarnya belum dapat dipastikan.
Rekam jejak hampir lima dekade memperlihatkan bahwa El Nino bukan fenomena langka. Sejak musim dingin 1979-1980 hingga proyeksi 2026-2027, tercatat 17 musim El Nino, 19 musim La Nina, dan 12 musim netral.
Frekuensi La Nina memang sedikit lebih banyak, tetapi episode El Nino dengan intensitas tinggi meninggalkan dampak ekonomi dan lingkungan yang jauh lebih besar.
Perbedaan tersebut berasal dari kekuatan anomali suhu laut di Pasifik tropis. Kondisi netral terjadi ketika penyimpangan suhu berada di kisaran -0,4°C hingga +0,4°C. El Nino mulai terbentuk saat anomali melampaui +0,5°C, sedangkan kategori sangat kuat (very strong) muncul ketika kenaikannya mencapai +2,0°C atau lebih. Semakin besar penyimpangan suhu, semakin luas perubahan pola hujan, suhu udara, hingga aktivitas badai di berbagai kawasan.
Sejarah mencatat beberapa episode El Nino yang mengubah kondisi iklim global. Peristiwa 1982-1983 memicu kekeringan parah di Australia dan Indonesia, sementara sebagian wilayah selatan Amerika Serikat mengalami banjir. El Nino 1997-1998 kemudian berkembang menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan. Dampaknya meluas ke berbagai benua melalui banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan.
Suhu laut yang sangat tinggi pada periode itu diperkirakan menyebabkan sekitar 16% terumbu karang dunia mengalami kematian.
Episode berikutnya pada 2015-2016 kembali menjadi pengingat besarnya pengaruh El Nino terhadap sistem iklim dunia. Melansir NOAA, periode tersebut berlangsung bersamaan dengan rekor suhu global, meningkatnya aktivitas badai di Pasifik Utara, kebakaran hutan besar di Indonesia, kekeringan di Ethiopia dan kawasan Karibia, serta lonjakan tahunan konsentrasi karbon dioksida (CO₂) terbesar yang pernah tercatat saat itu.
Kini perhatian ilmuwan kembali tertuju pada perkembangan El Nino 2026. Lautan dunia masih berada dalam kondisi sangat hangat setelah beberapa tahun terakhir mencatat rekor suhu laut. Kombinasi antara pemanasan laut yang sudah tinggi dengan munculnya El Nino berpotensi mendorong suhu rata-rata global kembali meningkat hingga akhir 2026 dan berlanjut ke 2027.
Besarnya pengaruh di setiap negara tetap berbeda karena dipengaruhi karakteristik atmosfer dan kondisi regional masing-masing.
Bagi Indonesia, kemunculan El Nino selalu menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan peluang berkurangnya curah hujan pada sebagian wilayah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air baku, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Intensitas El Nino 2026 masih dipantau, sehingga perkembangan suhu laut Pasifik dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi indikator penting untuk memperkirakan dampaknya terhadap kawasan Asia Tenggara.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523027/original/000294000_1772785878-5.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)


