Gandeng Perusahaan Migas AS Halliburton, Bos Pertamina Beberkan Alasan

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menyampaikan telah memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS), termasuk menggandeng Halliburton untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri membeberkan pada Juli lalu pihaknya telah melakukan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa calon mitra dari AS. Di antaranya ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, serta Hartree.

"Dan pada beberapa hari yang lalu Pertamina juga menandatangani MoU dengan Halliburton yang diwakili oleh CEO Halliburton Indonesia, Bapak Ankush beserta saya dari Pertamina antara lain untuk oilfield recovery.

Ia pun menjelaskan kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dalam negeri. Namun lebih dari itu, kerja sama diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Jadi kerja sama tentunya kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tapi lebih dari itu dari transfer teknologi, dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tentunya dengan best global practices dalam industri minyak dan gas yang bisa mendorong agar kita semakin meningkatkan produksi," kata Simon.

Di sisi lain, Simon juga memastikan kesiapannya menjalankan kesepakatan impor energi senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 253,47 triliun (kurs Rp 16.898/US$) dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kerja sama dagang kedua negara.

Menurut dia, skema impor energi ini diposisikan sebagai jembatan menuju ketahanan dan kemandirian energi nasional. Meskipun, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan lifting migas dalam negeri.

"Kita ketahui bersama kita mengalami natural decline dan tentunya butuh terobosan-terobosan serta inisiatif yang tentunya serta kerja keras yang lebih dari kita semua agar supaya kita dapat meningkatkan produksi dan lifting kita. Untuk memenuhi gap saat ini tentunya kita masih membutuhkan impor," ujarnya.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |