Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu asteroid memiliki nama yang berasal dari guru besar ITB, 12937 Premadi. Premana Wardayanti Premadi merupakan sosok yang luar biasa.
Premana yang lahir pada 13 Juli 1964, mendapatkan gelar Sarjana Sains Astronomi ITB pada 1988. Kemudian melanjutkan studi doktoral di University of Texas at Austin, mednalami riset soal evolusi struktur skala besar alam semesta melalui teknik lensa gravitasi.
Penelitian pada 1990-an itu jadi salah satu pionir untuk pengembangan uji model kosmologi teoritis melalui simulasi komputasional.
Premana mendapatkan gelar PhD pada 1996, menjadi perempuan pertama yang bergelar doktor astrofisika. Galr perempuan pertama juga kembali didapatkan saat menjadi Kepala Observatorium Bosscha pada 2018-2023.
Saat itu, dia mengatakan Bosscha merupakan simbol keinginan manusia menjawab pertanyaan sains dengan teknologi terbaik pada zamannya.
"Kita ingin menjaga reputasi sebagai negara yang berada di garis depan. Potensinya luar biasa besar," ujar Premana, dikutip dari laman resmi BRIN, Rabu (7/1/2026).
Premana juga memiliki kontribusi melalui risetnya untuk global. Yakni mengenai simulasi distribusi supernova melalui lensa gravitasi yang dirujuk untuk pengembangan rancangan program Legacy Survey of Space and Time (LSST) pada 2025 dan desain misi Nancy Grace Roman Space Telescope yang akan meluncur pada 2027.
Selain itu ada penjelasan manuver slingshot untuk mempercepat wahana antariksa tanpa bahan bakar berlebih pada kuliah mengenai gravitasi assist. Sistem ini diterjemahkan menjadi teknologi untuk manusia bisa menjelajah tata surya.
Dia juga membicarakan topik mengenai space weather, aktivitas matahari dan pengamatan bumi dari orbit. Termasuk memperlihatkan penampakan citra satelit yang menampilkan perubahan lanskap Bumi karena aktivitas manusia, seperti berkurangnya salju di puncak sejumlah gunung tropis.
Pemaparan lain yang pernah dilakukannya adalah mendeteksi materi gelap dan pemanfaatan teori relativitas dalam teknologi sehari-hari. Khususnya pada sistem navigasi GPS.
"Jika koreksi waktu tidak dilakukan. Kesalahan posisi dapat mencapai 10 kilometer per hari," katanya.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







