Jakarta, CNBC Indonesia — Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi pada Oktober di sekitar US$4.400. Sebagian analis memperkirakan angka ini bisa mencapai US$10.000 atau sekitar Rp 168,33 juta.
Melansir financemagnets.com, Senin (26/1/2026), koreksi sepanjang November dinilai sebagai penyesuaian yang sehat tanpa merusak tren naik utama. Uji resistance di level US$4.200 menegaskan momentum bullish masih terjaga di pasar emas.
Analis BossaFX, Marek Rogalski, menilai pelemahan tipis yang terjadi belakangan hanya dipicu aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan. Menurutnya, dalam konteks yang lebih luas, peluang emas menembus rekor tertinggi baru di atas US$4.400 hanya tinggal menunggu waktu.
Rogalski juga menyebut pasar mulai memperhitungkan potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada 10 Desember. Ekspektasi tersebut dinilai dapat menjadi katalis jangka pendek bagi penguatan harga emas berikutnya.
Dari sisi teknikal, tren emas masih sangat bullish setelah mencetak rekor historis pada Oktober lalu. Konsolidasi harga tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 serta area support penting yang terbentuk pada April hingga Agustus.
Pergerakan harga juga ditopang oleh rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari yang mengarah naik. Bahkan jika terjadi koreksi dari fase konsolidasi saat ini, puncak harga lokal sebelumnya pada 2025 dinilai menjadi penopang yang kuat.
Berdasarkan proyeksi Fibonacci extension, target psikologis US$5.000 menjadi sasaran awal yang juga sejalan dengan prediksi sejumlah institusi keuangan global. Target berikutnya berada di kisaran US$5.700 atau setara level 161,8% Fibonacci, yang dipandang sebagai sasaran teknikal bullish utama.
Dari sisi makroekonomi, pelemahan dolar AS turut menopang kenaikan emas. Chief Investment Officer Century Financial, Vijay Valecha, menyoroti spekulasi penunjukan Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed yang berpotensi mendorong kebijakan moneter lebih longgar.
Valecha menilai ekspektasi kebijakan akomodatif pada 2026 akan menekan dolar AS dan secara alami mengangkat harga emas. Kondisi ini dinilai tetap mendukung tren naik emas meski terjadi aksi ambil untung jangka pendek.
Sementara itu, Saxo Bank dalam laporan "Outrageous Predictions 2026" mengemukakan skenario risiko ekstrem yang dapat mendorong harga emas melonjak tajam. Salah satunya adalah potensi "Q-Day" ketika komputasi kuantum mampu meretas sistem enkripsi digital.
Dalam skenario tersebut, kepercayaan terhadap aset digital dan sistem perbankan tradisional dapat runtuh sehingga emas diproyeksikan melesat hingga US$10.000 per ons. Saxo menilai emas akan menjadi aset utama tanpa risiko digital di tengah krisis kepercayaan global.
Skenario lainnya adalah kemungkinan China menopang yuan offshore dengan emas untuk menantang dominasi dolar AS. Jika hal itu terjadi, harga emas diperkirakan dapat menembus level US$6.000 dan berperan sebagai jangkar moneter global kedua.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248785/original/070439600_1749619357-000_49TH2TP.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236758/original/069830300_1748524187-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya__Egy_Maulana__Rizky_Ridho_copy.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366297/original/013965500_1759222382-Formasi_Timnas_Indonesia_vs_Arab_Saudi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)