Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin pagi (22/6/2026), setelah pekan lalu mengalami koreksi tajam akibat meredanya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah.
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.15 WIB, harga minyak Brent berada di US$79,48 per barel, turun 1,35% dibandingkan posisi penutupan Jumat lalu di US$80,57 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$76,46 per barel, turun tipis 0,18% dari posisi sebelumnya di US$76,60 per barel.
Pergerakan ini memperpanjang fase koreksi yang terjadi sejak pertengahan Juni. Pada 10 Juni, Brent masih bertengger di US$93,10 per barel dan WTI di US$90,03 per barel. Artinya, dalam kurang dari dua pekan, Brent telah kehilangan sekitar 14,6% nilainya, sedangkan WTI turun sekitar 15%.
Tekanan terbesar datang dari perubahan ekspektasi pasar terhadap pasokan global. Selama beberapa pekan terakhir, pelaku pasar sempat mengkhawatirkan gangguan distribusi minyak akibat konflik Iran-Israel serta ketidakpastian di Selat Hormuz, jalur yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Reuters melaporkan harga minyak pekan lalu anjlok lebih dari 8% karena pasar mulai memperhitungkan masuknya kembali pasokan yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Persia. Selain itu, muncul harapan bahwa sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dapat dilonggarkan sebagai bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Meski demikian, ketegangan belum benar-benar berakhir. Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada akhir pekan dengan alasan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan damai oleh Israel dan Amerika Serikat.
Kpler melaporkan lalu lintas kapal yang melintasi selat tersebut merosot tajam. Pada Minggu, hanya lima kapal yang tercatat melintas, jauh lebih sedikit dibandingkan 26 kapal sehari sebelumnya.
Penurunan aktivitas pelayaran ini menjadi alarm baru bagi pasar energi global. Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia, tempat jutaan barel minyak dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran bergerak menuju pasar Asia, Eropa, serta Amerika.
Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar mungkin terlalu cepat berasumsi bahwa Selat Hormuz akan kembali beroperasi normal. Menurutnya, Iran masih memiliki insentif untuk mempertahankan tekanan terhadap jalur pelayaran tersebut karena menjadi salah satu alat tawar utama dalam proses negosiasi geopolitik yang sedang berlangsung.
Ketidakpastian juga muncul dari perundingan pertama antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Swiss. Pertemuan yang diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik berjalan tidak mulus. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila perkembangan diplomatik tidak berjalan sesuai harapan Washington.
Dari sisi pasokan, sejumlah produsen Timur Tengah mulai membuka keran lebih lebar. Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada pembeli dalam sepekan terakhir. Irak bahkan berencana meningkatkan produksi secara bertahap hingga kisaran 4,2-4,3 juta barel per hari.
Di saat yang sama, Iran menyebut lebih dari 25 juta barel minyaknya telah berhasil melewati garis blokade virtual sejak awal pekan lalu. Arus pasokan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko kekurangan minyak dalam jangka pendek.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)



