Jakarta, CNBC Indonesia - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terjun bebas sepanjang tahun ini karena mengalami hantaman dari MSCI dan FTSE Russell karena masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi atau High Shareholder Concentration List (HSC).
Saham DSSA telah anjlok 87,05% ke level Rp 510 per saham sejak awal tahun. Adapun kapitalisasi pasar DSSA sebesar Rp 101,14 triliun. Saham DSSA juga anjlok 72,3% selama sebulan dan 35,4% selama sepekan terakhir.
Sebagai informasi, selain penyesuaian MSCI, DSSA juga tersisihkan dari indeks FTSE Russell yang telah mengumumkan hasil tinjauan kuartalan atau quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series (GEIS) edisi Juni 2026.
Berdasarkan pengumuman FTSE Russell, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terdepak dari kategori Large Cap.
Perubahan hasil review ini akan efektif berlaku pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku menerima sejumlah audiensi dari emiten-emiten yang masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi atau High Shareholder Concentration List (HSC).
"Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan, semuanya kami layani dengan baik," ujar PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, dikutjp Senil, (25/5/2026).
Saat ditanya apakah emiten yang audiensi merupakan perusahaan milik konglomerat, Jeffrey enggan berkomentar. Namun, ia menegaskan sudah ada 1-2 emiten yang mendatangi bursa, sementara masih ada perusahaan yang telah dijadwalkan bertemu.
Jeffrey pun menyatakan, pihaknya terbuka bagi emiten yang masuk HSC tersebut untuk melaporkan upaya-upaya penyesuaian terhadap komposisi pemegang sahamnya.
"Silakan saja kalau memang sudah melakukan upaya-upaya silahkan laporan kepada kami," tambahnya.
Di sisi lain, Jeffrey juga menyinggung beberapa emiten yang telah melaporkan upaya untuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) sesuai ketentuan yang maksimal 15%. BEI juga telah melakukan diskusi dengan Asosiasi Emiten Indonesia terkait implementasi aturan tersebut.
"Sampai saat ini kami sudah melihat ada upaya-upaya positif yang dilakukan oleh beberapa emiten untuk menambah atau meningkatkan free float-nya dan progresnya bagus" tambahnya.
(fsd/fsd)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)







:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)








