Hasil Intip Hilal di Jakarta: Tak Terlihat, Posisi Terlalu Rendah

1 hour ago 1
Para pria Muslim berkumpul untuk mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Indonesia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Petugas bertugas mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Selasa (17/2/2026). (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Para pria Muslim berkumpul untuk mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Indonesia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Dilansir Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan hasil pemantauan tim rukyat, hilal tidak terlihat di lokasi pengamatan. Secara astronomis, posisi hilal saat matahari terbenam berada pada ketinggian -0° 54’ 14”, sehingga hilal masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria visibilitas. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Para pria Muslim berkumpul untuk mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Indonesia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Kanwil Kemenag DKI Jakarta menjelaskan, berdasarkan teori imkan rukyat yang digunakan pemerintah, hilal dapat dinyatakan memenuhi syarat jika berada minimal pada ketinggian 3° di atas ufuk dengan sudut elongasi minimal 6,4°. Namun pada pemantauan kali ini, sudut elongasi matahari-bulan hanya tercatat sebesar 1° 02’ 27”. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Para pria Muslim berkumpul untuk mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Indonesia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Data hisab ephemeris mencatat ijtima atau konjungsi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.03.15 WIB, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H. Sementara matahari terbenam pada pukul 18.15.45 WIB, sedangkan bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.11.10 WIB atau selisih -3 menit 37 detik. Umur hilal juga baru mencapai 0 jam 4 menit dengan persentase cahaya hilal sebesar 0,01%, sehingga secara astronomis hilal belum memungkinkan untuk diamati. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Para pria Muslim berkumpul untuk mengamati posisi bulan, guna menentukan awal bulan suci puasa Ramadan, di atap masjid Al-Musyari'in di Jakarta, Indonesia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Meski hilal tidak terlihat di DKI Jakarta, hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia akan dilaporkan dalam sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama RI. Adib menyampaikan apresiasi kepada media, masyarakat, serta ormas Islam yang ikut terlibat dalam proses pengamatan tersebut. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Read Entire Article
| | | |