IHSG Berhasil Rebound, Analis Ungkap Arah Selanjutnya IHSG

8 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 3,39% pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026). Lantas, apakah penguatan ini akan berlanjut dalam jangka waktu ke depan?

IHSG ditutup di level 7.207,16 atau menguat 236,13 poin dari perdagangan sebelumnya. Sebanyak 566 saham naik, 134 turun, dan 114 tidak bergerak dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,99 triliun dari 26,86 miliar saham dalam 1,44 juta kali transaksi.

Seiring penguatan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut naik menjadi Rp 12.646 triliun. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor di tengah sentimen global yang mulai membaik.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, pergerakan indeks juga selaras dengan penguatan bursa saham regional Asia.

Dari sisi sentimen, ia mencermati rencana gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi katalis positif. Di sisi lain, pasar domestik masih dibayangi kekhawatiran inflasi dan risiko fiskal.

"Untuk support saat ini 7.022 dan resist 7.274, seperti yang kami sampaikan pada report teknikal bahwa IHSG masih memiliki 2 skenario yang memungkinkan, apabila masih mampu bertahan di atas 7022 atau di atas 6917 sbg support krusialnya, maka IHSG masih berpeluang menguat dahulu ke 7323 sbg target terdekatnya," jelas Didit kepada CNBC Indonesia, Rabu, (8/4/2026).

Sementara itu, Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai lonjakan IHSG dipicu oleh sentimen global jangka pendek yang positif. Meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong reli pasar.

Namun demikian, penguatan ini dinilai perlu disikapi secara bijak. Secara teknikal, selama IHSG mampu bertahan di atas 7.200, maka peluang kenaikan ke area resistance 7.323 masih terbuka.

Jika level tersebut ditembus dengan volume yang kuat, maka potensi penguatan lanjutan menuju 7.527 menjadi semakin valid. Hal ini menunjukkan IHSG tengah berupaya membangun momentum rebound yang lebih solid.

"Pernyataan yang bersifat tiba-tiba dapat kembali memicu volatilitas di pasar global, sehingga reli yang terjadi saat ini masih berpotensi bersifat sementara atau technical rebound, bukan tren naik jangka panjang yang sepenuhnya solid," terangnya.

Oleh karena itu, investor disarankan tetap selektif dan disiplin dalam mengambil posisi. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk trading jangka pendek dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Euforia berlebihan justru berisiko membuat investor masuk di harga puncak. Terlebih, kondisi pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang fluktuatif.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |