Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (5/2) di zona merah dengan koreksi 0,53% ke level 8.103,88.
Pelemahan terjadi di tengah pergerakan variatif saham-saham berkapitalisasi besar. Saham ASII melonjak 4,12%, disusul TPIA yang menguat 5,84% dan BMRI naik 1,00% sehingga menjadi penopang utama indeks.
Di sisi lain, tekanan datang dari FILM yang anjlok 14,85%, MORA melemah 14,93%, serta DSSA turun 2,65% dan masuk jajaran pemberat indeks.
Dari aktivitas investor global, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp355,43 miliar di pasar reguler, dengan total jual bersih di seluruh pasar mencapai Rp469,75 miliar.
Secara sektoral, mayoritas sektor berakhir di zona negatif, dengan 10 dari 11 sektor melemah. Sektor industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 1,35%, sementara sektor consumer non-cyclical menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,79%.
Tekanan eksternal turut membayangi pergerakan pasar domestik. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, di mana indeks Dow Jones turun 1,20% ke level 48.908, S&P 500 terkoreksi 1,23% ke posisi 6.798, dan Nasdaq melemah 1,59% ke level 22.540.
Sentimen global tersebut diperparah oleh keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat investment grade di level Baa2.
Dampak sentimen ini tercermin pada indeks ETF Indonesia, EIDO, yang turun 1,57%, sementara MSCI Indonesia bergerak relatif datar dengan penurunan tipis 0,01%.
Dalam laporannya, Moody’s menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan mencapai 5,11% pada 2025 serta target jangka panjang menuju negara berpendapatan tinggi.
Namun, lembaga pemeringkat tersebut menyoroti meningkatnya risiko dari sisi kebijakan, khususnya terkait konsistensi perumusan kebijakan dan penurunan kualitas tata kelola. Moody’s juga menyoroti peningkatan belanja sosial yang belum sepenuhnya diimbangi penguatan sisi pendapatan negara, sehingga berpotensi menekan kondisi fiskal.
Selain itu, Moody’s mencermati wacana revisi Undang-Undang Keuangan Negara yang berpotensi mengubah batas defisit fiskal, serta isu independensi bank sentral dalam pengambilan kebijakan moneter.
Kinerja dan koordinasi kebijakan Danantara juga menjadi perhatian, terutama karena ketergantungannya pada penerimaan dividen BUMN yang dinilai berisiko terhadap kesehatan keuangan BUMN di bawah pengawasannya.
Moody’s menyatakan peluang kenaikan peringkat menjadi tertutup, dan risiko penurunan peringkat dapat terbuka apabila belanja fiskal semakin tidak terkendali, tekanan nilai tukar berlanjut, serta kondisi keuangan BUMN terkait semakin memburuk akibat rendahnya imbal hasil investasi.
Keputusan penurunan outlook ini juga berpotensi memengaruhi penilaian FTSE Russell terhadap prospek pasar saham Indonesia. Dengan demikian, terdapat kemungkinan FTSE melakukan pembekuan proses inclusion maupun exclusion emiten Indonesia dalam indeks-indeks kelolaannya.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
ERAA - Buy 408-412 | TP 424-430 | SL 384
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MDKA - Buy 2980-3020 | TP 3100-3200 | SL 2810
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
TKIM - Buy 7000-7050 | TP 7325-7425 | SL 6500
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
RALS - Buy 472-480 | TP 492-505 | SL 444
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
TUGU - Buy 1215-1225 | TP 1265-1290 | SL 1150
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)
