In Memoriam Putut Wijanarko: Berkat Kebesaran dan Rahmat Allah SWT, Almarhum Terhindar dari Fitnah Keji

1 day ago 5

Bola.com, Jakarta Sepak bola Indonesia, khususnya Persebaya, berduka. Sang gelandang legendaris, Putut Wijanarko, Selasa (1/4/2025) telah dipanggil menghadap Sang Khalik. Mantan pemain Bajul Ijo dan pelatih Persinga Ngawi ini wafat di usia 55 tahun.

Perjalanan karir Putut Wijanarko memang penuh warna dan dinamika. Catatan prestasi bagus dan ujian fitnah keji yang nyaris menghancurkan nama baiknya. Hanya berkat kebesaran dan kasih sayang Allah SWT lah Putut Wijanarko terlepas dari ujian berat tersebut.

Putut Wijanarko dihantam badai isu pengaturan skor saat menukangi Perserang di Liga 2 2021/2022. Bersama lima pemain, dia dituduh berbuat nista mengatur hasil pertandingan yang melibatkan Perserang.

Setelah melalui polemik dan proses panjang, akhirnya pria kelahiran Surabaya ini oleh Komdis PSSI dinyatakan bebas dan tak bersalah dalam kasus tersebut dalam sidang rehabilitasi nama baiknya 3 November 2021.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tak Dapat Sanksi

Ketua Komdis PSSI saat itu, Erwin Tobing, menjelaskan alasan Putut tak mendapatkan sanksi. Erwin mengatakan tak ada keterlibatan Putut dalam pengaturan skor kelima mantan pemain Perserang itu.

"Dalam surat Manajer Perserang, dia memecat lima pemain dan satu pelatih, setelah kami teliti, Putut tidak terlibat dalam pengaturan skor. Dia tidak pernah dihubungi dan diajak, tetapi dia diberi tahu jelang pertandingan," ucap Erwin Tobing.

Ketika kasus memalukan itu sedang beredar santer, Putut Wijanarko sempat curhat masalah yang dihadapinya kepada bola.com. Dengan tegas tapi dengan suara parau menahan perasaannya, Putut Wijanarko membantah keras terlibat pengaturan skor yang dilakukan mantan pemain Perserang.

"Sebelum pertandingan terakhir saya di Perserang melawan Badak Lampung FC, saya sudah mengetahui adanya info pengaturan skor yang ada di dalam tim. Tapi saya simpan info itu. Demi keutuhan tim, saya tak memainkan empat dari lima pemain yang ditengarai telah didekati runner bandar judi," ungkapnya saat itu.

Pelatih Spesialis Promosi

Pernyataan tersebut yang selalu disampaikan almarhum ke semua media yang mewancarainya. Karena faktor kedekatan dengan Bola.com, Putut Wijanarko mengungkap banyak problem yang sebenarnya terjadi di internal tim Perserang.

Namun semua uneg-unegnya bersifat off the record alias bukan untuk konsumsi pemberitaan luas.

"Semua yang saya ceritakan tadi fakta yang ada di tim. Tapi jangan diberitakan. Meskipun saya difitnah yang menjatuhkan nama baik, tapi tetap harus menjaga nama baik orang lain. Karena sebagai insan sepakbola kami adalah keluarga. Sebagian besar hidup saya di sepakbola," tuturnya.

Setelah kasus tersebut, nama Putut Wijanarko tak hancur. Terakhir kali dia menukangi Persibas. Putut Wijanarko memiliki lisensi kepelatihan B AFC, maka dia hanya menangani klub-klub Liga 2 dan Liga 3. Namun beberapa klub telah diangkatnya ke Liga 2, seperti Persipro Probolinggo, Persaingan Ngawi, dan Persenga Nganjuk, dan Persibas Banyumas, sehingga label pelatih spesialis promosi pun melekat pada dirinya.

Read Entire Article
| | | |