Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing mengucurkan dana senilai Rp 250 triliun sepanjang kuartal I-2025 dalam bentuk investasi langsung di Indonesia (FDI), melalui pembangunan berbagai proyek industri.
Berdasarkan catatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi penyertaan modal asing (PMA) itu setara 50,1% dari total investasi yang masuk pada tiga bulan pertam tahun ini sebesar Rp 498,8 triliun. Nilainya pun naik 8,5% dibanding kuartal I-2025.
"Dari penanaman modal asing meningkat 8,5% dan dalam negeri 6%," kata Menteri Investasi danHilirisasi/KepalaBKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers realisasi investasi kuartal I-2026, Kamis (23/4/2026).
Dari sisi nilai, bahkan sedikit lebih tinggi dari penyertaan modal dalam negeri (PMDN) yang sebesar Rp 248,8 triliun pada kuartal I-2026, dengan porsi terhadap total investasi 49,9% dan pertumbuhannya 6%.
Investasi asing yang paling banyak masuk berupa pembangunan Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya setara US$ 3,7 miliar; Jasa Lainnya US$ 2,1 miliar, Pertambangan US$ 1,1 miliar; Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran US$ 900 juta; serta Listrik, Gas dan Air juga US$ 900 juta.
Total investasi asing yang masuk pada kuartal I-2026 paling banyak berasal dari Singapura US$ 4,6 miliar, Hong Kong senilai US$ 2,7 miliar, China US$ 2,2 miliar, Amrika Serikat US$ 1,3 miliar, dan Jepang US$ 1 miliar.
(arj/haa)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506324/original/047698600_1771428617-1000366559.jpg)
