Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menargetkan fasilitas minyak dan gas di seluruh Teluk pada Rabu malam waktu setempat. Ini setelah Israel membunuh Kepala Intelijen Esmail Khatib, menandai pukulan baru bagi pemerintahan Teheran.
Kematian Esmail Khatib terjadi dua hari setelah Kepala Keamanan Ali Larijani, bersumpah untuk membalas dendam. Sebelumnya seorang perwira Korps Garda revolusi Iran, Kepala Basij Gholamreza Soleimani, juga tewas diserang Israel.
Gelombang pembunuhan terarah telah melenyapkan banyak pemimpin senior Iran, meskipun pejabat intelijen tertinggi Washington mengatakan pemerintah tetap berkuasa, meskipun melemah. Perang sendiri dimulai usai serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran sejak 28 Februari, berlangsung hampir tiga minggu perang.
Mengutip AFP, Kamis (19/3/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembunuhan Khatib sebagai "pembunuhan pengecut". Pemimpin Tertinggi Terbaru Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan dalam sebuah pesan bahwa "setiap tetes darah yang tertumpah memiliki harga, dan para pembunuh keji para martir ini akan segera harus membayarnya".
Pemerintah Iran juga bersumpah akan menghancurkan industri minyak dan gas negara-negara tetangganya di Teluk setelah serangan dilakukan Israel ke ladang energinya di South Pars. Ini merupakan cadangan gas terbesar di dunia.
"Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Iran.
"Jika hal itu diulangi lagi, serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu Anda tidak akan berhenti sampai benar-benar hancur, dan tanggapan kami akan jauh lebih keras daripada serangan malam ini," tambahnya.
Ledakan di Arab Saudi-UEA- Qatar
Lebih banyak ledakan keras terdengar di Riyadh pada Rabu malam, setelah pihak berwenang sebelumnya mengatakan mereka mencegat empat rudal balistik yang menuju ke ibu kota Saudi. Kementerian pertahanan juga mengatakan telah menghancurkan sebuah drone yang menuju ke pabrik gas.
Pertahanan sipil Qatar juga mengumumkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan Iran terhadap fasilitas gas utama negara itu Rabu malam. Namun Qatar melaporkan tidak ada korban jiwa.
"Pertahanan Sipil pada awalnya telah mengendalikan kebakaran di Ras Laffan, tanpa ada laporan cedera," kata kementerian tersebut, dalam sebuah unggahan di media sosial.
Sementara itu, pertahanan udara Emirat sedang menangkal ancaman rudal pada hari Rabu, kata pihak berwenang, ketika Iran menyerang fasilitas gas utama Qatar setelah mengancam fasilitas lain di seluruh Teluk menyusul serangan AS-Israel terhadap infrastruktur mereka sendiri.
"Pertahanan udara UEA saat ini sedang menanggapi ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa suara yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat rudal dan drone," kata kementerian pertahanan.
(sef/sef)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)



