Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) dan menyerukan pembebasannya. Teheran juga menegaskan hubungannya dengan Caracas tetap tidak berubah meski pemimpin sekutu dekatnya itu kini dibawa ke New York untuk diadili.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menyebut penangkapan Maduro sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan negara. Ia menegaskan presiden Venezuela seharusnya dibebaskan sesuai kehendak rakyatnya.
"Presiden suatu negara dan istrinya diculik. Ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan; ini adalah tindakan ilegal," kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan, Senin (5/1/2026), seperti dikutip AFP.
"Seperti yang telah ditekankan oleh rakyat Venezuela, presiden mereka harus dibebaskan."
Meski demikian, Iran menegaskan insiden tersebut tidak mengubah hubungan bilateral dengan Venezuela. Baqaei mengatakan kerja sama kedua negara tetap berjalan berdasarkan prinsip saling menghormati.
"Hubungan kami dengan semua negara, termasuk Venezuela, didasarkan pada rasa saling menghormati dan akan tetap demikian," ujarnya.
"Kami sedang berhubungan dengan pihak berwenang Venezuela."
Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap mendukung Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Ini sekaligus menolak legitimasi tindakan militer AS terhadap pemimpin negara sekutunya tersebut.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







