Kabut Asap RI Kepung Negara Tetangga, Ratusan Sekolah Ditutup

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas berwenang di Sarawak, Malaysia, terpaksa memerintahkan penutupan darurat 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari. Keputusan drastis ini diambil menyusul kondisi udara dan kabut asap pekat yang makin memburuk di negara bagian Malaysia Timur tersebut.

Mengutip Channel News Asia (CNA), Jumat (21/08/2026), penutupan yang mulai berlaku pada hari Kamis ini berdampak langsung pada sekolah dasar dan menengah di berbagai wilayah. Departemen Pendidikan Sarawak merinci bahwa wilayah terdampak meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.

"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara yang tidak sehat," papar Departemen Pendidikan Sarawak.

Departemen tersebut membeberkan bahwa ada sebanyak 197.323 siswa yang terdampak kebijakan ini, yang terdiri dari 107.590 siswa di 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa di 82 sekolah menengah. Guna memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu, metode pembelajaran berbasis rumah akan langsung diterapkan.

Perkembangan lebih lanjut mengenai periode penutupan dan pembukaan kembali sekolah nantinya akan diumumkan melalui saluran resmi serta kantor pendidikan di masing-masing distrik.

Insiden ini menandai kedua kalinya sekolah-sekolah di Sarawak terpaksa ditutup pada bulan ini akibat kepungan kabut asap. Pada pekan lalu, sejumlah sekolah di kota Serian juga telah ditutup selama tiga hari berturut-turut ketika tingkat Indeks Pencemar Udara (API) sempat menembus angka di atas 200.

Berdasarkan standar pengukuran dewan lingkungan, API 0 hingga 50 dikategorikan baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan angka di atas 300 tergolong berbahaya.

Laporan dari media The Star menunjukkan bahwa pada hari Kamis, Serian mencatatkan API di angka 193, yang diikuti oleh Kuching di angka 190, dan Samarahan di 173. Kondisi ini kemudian memburuk secara signifikan pada hari Jumat pukul 11.00 pagi waktu setempat, di mana tingkat API di Serian melonjak tajam ke angka 239.

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak langsung mengategorikan kualitas udara tersebut sebagai sangat tidak sehat, sementara para pejabat lingkungan setempat memperingatkan bahwa kabut asap dapat terus berlanjut hingga akhir pekan jika pembakaran biomassa tidak kunjung berhenti.

Tidak hanya Malaysia, imbas dari kabut asap perlintasan batas ini juga telah menghantam wilayah udara Singapura. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada hari Jumat menyatakan bahwa durasi khotbah Jumat akan dipersingkat untuk sementara waktu mengingat kondisi cuaca yang makin menantang, yang juga sejalan dengan peringatan dari Layanan Meteorologi Singapura (MSS) bahwa kondisi kering di kawasan tersebut akan terus berlanjut.


Kebakaran Hutan RI

Otoritas Malaysia dan media lokal secara langsung mengaitkan memburuknya krisis udara ini dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan, Indonesia.

Mengutip data dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), dewan lingkungan Sarawak membeberkan fakta bahwa ada total 7.286 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan pada periode 1 hingga 19 Agustus. Angka ini berbanding sangat jauh dengan wilayah Sarawak yang hanya mencatatkan 148 titik panas pada periode waktu yang sama.

"Titik panas dan kondisi kabut asap dapat meningkat di daerah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas," ungkap NREB Sarawak.

NREB juga menambahkan bahwa ASMC telah secara jelas mengamati pergerakan asap lintas batas berskala sedang hingga padat di Kalimantan Barat yang berembus ke arah utara dan menyelimuti sebagian wilayah barat Sarawak.

Di sisi lain, laporan AFP pada hari Kamis membenarkan bahwa kebakaran lahan di Indonesia telah mengakibatkan munculnya kabut asap tebal yang mencekik wilayah Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah.

Merespons krisis bencana yang kian meluas ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memberikan keterangannya kepada para wartawan di Palangkaraya pada hari Rabu lalu. Raja menegaskan bahwa para ahli saat ini telah bersiaga penuh untuk melakukan operasi penyemaian awan guna memadamkan kobaran api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di masa depan.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |