Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan keselamatan tenaga kerja Singapura menggambarkan bahaya yang dihadapi oleh pekerja pesan antar makanan dan pengiriman barang berbasis aplikasi. Risiko kecelakaan pekerja berbasis aplikasi 4,5 lipat dari rata-rata pekerja dari seluruh industri.
Untuk pertama kalinya, laporan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Singapura menampilkan data dari pekerja online. Undang-Undang Pekerja Platform Singapura mewajibkan perusahaan pengelola platform dan aplikasi melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa pekerja berbasis online sejak 1 Januari 2025.
Dua orang pekerja pengantar berbasis online meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada 2025, dari total 36 kematian akibat kecelakaan kerja di Singapura. Sebanyak 74 pekerja berbasis aplikasi luka berat sepanjang 2025.
Pekerja pesan antar dan pengiriman berbasis online mengalami kecelakaan berat dalam rasio 84,6 dari 100.000 yang lebih tinggi 4,5 kali dibanding rata-rata seluruh jenis pekerjaan.
"Pekerjaan membuat mereka berhadapan dengan potensi kecelakaan di jalan raya sepanjang hari, membuat mereka terus menerus dalam kondisi berisiko," kata Menteri Tenaga Kerja Singapura Dinesh Vasu Dash.
Jumlah kecelakaan berat, yang berujung kematian atau luka parah, yang dialami oleh pekerja online terjadi atas 18 persen dari seluruh pekerja. Namun, jumlah kecelakaan tersebut menyumbang 84 persen dari seluruh kecelakaan kerja dari berbagai industri.
Asisten Sekjen NTUC, serikat pekerja di Singapura, Yeo Wan Ling menyatakan data tersebut mengkhawatirkan. Ia meminta agar perusahaan penyedia aplikasi untuk mengkaji ulan skema insentif yang mereka tawarkan.
"Kesejahteraan pekerja tidak bisa dihargai demi pengantaran cepat, jam kerja yang lebih panjang, atau kondisi keselamatan yang buruk," katanya.
Data pemerintah Singapura juga menggambarkan risiko pekerja berbasis aplikasi seperti ojol dan taksi online menggambarkan risiko yang meningkat. Sektor lain yang berisiko seperti konstruksi mencatatkan jumlah kematian kerja yang makin sedikit.
(dem/dem)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)