Korut Punya Senjata Baru Serang Amerika Tanpa Ampun

9 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan dari Symantec dan Carbon Black menyebutkan peretas asal Korea Utara, Lazarus menggunakan ransomware Medusa untuk melakukan sejumlah serangan. Salah satu sasarannya adalah organisasi perawatan kesehatan di Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan itu, upaya meretas lembaga kesehatan AS gagal dilakukan. Sementara sasaran lainnya sebuah orgamisasi asal Timur Tengah. Peretasan itu membuat lembaga terdampak strain dari Medusa.

Empat dari 30 organisasi korban dalam data Medusa sejak November 2025 disebutkan merupakan organisasi perawatan kesehatan dan nirlaba AS. Beberapa di antaranya adalah organisasi nirlaba kesehatan mental dan fasilitas pendidikan anak-anak autis.

Namun laporan itu mengatakan belum diketahui apakah semua korban adalah sasaran dari Lazarus atau terkait dengan afiliasi Medusa lainnya, dikutip dari The Register, Rabu (25/2/2026).

Sebenarnya Medusa bukan alat dari Lazarus. Namun dijalankan oleh kelompok Spearwing dan telah tersedia sejak 2023 lalu.

Sejak tiga tahun beriperasi, setidaknya lebih dari 366 serangan dilancarkan. Korbannya berasal dari sejumlah sektor penting, seperti medis, pendidikan, hukum, asuransi, teknologi dan manufaktur.

Laporan tersebut meyakini serangan dengan Medusa dilakukan oleh Lazarus. Meski begitu, para peneliti tidak bisa memastikan subkelpompok mana yang bertanggung jawab.

Sementara itu, laporan juga mengungkapkan daftar indikator dile terkait Medusa, backdoor dan loader khusus Comebacker yang terkait Lazarus, trojan akses jarak jauh Blindingcan yang terkait juga dengan Lazarus dan malware serta file yang mencurigakan.

Sebagai informais, kelompok Lazarus terus disebut disponsori Korea Utara. Mereka melakukan sejumlah operasi siber ofensif seperti pencurian mata uang kripto, serangan pemerasan, dan penipuan pada pekerja IT.

Lazarus juga yang bertanggung jawab atas peretasan di Sony Pictures tahun 2014 dan ransowmare Wannacry pada 2017 lalu.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |