Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menilai, kasus bunuh diri anak Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan ini mencuat seusai kasus bunuh diri seorang siswa di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa itu diduga mengakhiri hidup karena tidak memiliki uang untuk membeli buku dan pena.
"Kami sangat prihatin. Anak seharusnya mendapatkan hak atas pendidikan, termasuk fasilitas dasar penunjang belajar. Ketika hak tersebut tidak terpenuhi, dampaknya bisa sangat serius bagi kondisi psikologis anak," kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini sebagaimana dilansir detikhealth, Jumat (13/2/2026).
Tingginya kasus bunuh diri anak ini bagi KPAI sudah masuk tahap darurat dan membutuhkan penanganan luar biasa dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.
KPAI juga menganggap kasus bunuh diri anak seperti yang terjadi di Ngada tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kemiskinan. Ada potensi faktor lain, seperti pola pengasuhan dan lingkungan sekolah yang turut memengaruhi.
"Memang anak ini tidak mampu membeli buku dan pena. Namun, kami juga melihat kemungkinan faktor pengasuhan karena orang tua tidak berada di samping anak. Selain itu, perlu didalami apakah anak juga mengalami bullying di sekolah karena belum memiliki perlengkapan belajar," katanya.
Data KPAI menunjukkan, tren kasus bunuh diri anak terus muncul dari tahun ke tahun. Pada 2023 tercatat 46 kasus, 2024 ada 43 kasus, dan sepanjang 2025 sebanyak 25 kasus. Memasuki awal 2026, sudah ada tiga laporan kasus bunuh diri, termasuk peristiwa di Ngada.
"Ini tidak bisa kita normalisasi. Secara garis besar Indonesia berada pada kondisi yang darurat anak mengakhiri hidup," tegasnya.
Menurut catatan KPAI, faktor terbesar yang mendorong anak mengakhiri hidup adalah perundungan atau bullying, serta pola pengasuhan, tekanan ekonomi, pengaruh game online, hingga persoalan asmara.
"Kami berharap masyarakat juga tidak menganggap remeh sinyal-sinyal krisis psikologis pada anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama," tegas Diyah.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341963/original/050096500_1757343075-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)
