Labubu Bisa Kalah, Boneka Gemas Ini Bergerak Saat Nemplok di Tas

22 hours ago 3

Jakarta, CNBC IndonesiaTahun 2025 menjadi bukti mainan tak lagi khusus untuk anak-anak, seiring semakin banyak orang dewasa memamerkan koleksi boneka mereka di media sosial. Fenomena ini terutama didorong oleh kepopuleran boneka Labubu yang diproduksi perusahaan China Pop Mart. 

Kepopuleran Labubu di seluruh dunia menggoda perusahaan lain untuk menciptakan mainan serupa yang digilai kaum muda. 

Startup teknologi asal Jepang Yukai Engineering resmi meluncurkan Mirumi, robot mini berdesain super imut yang bisa menempel di tas dan merespons sentuhan pemiliknya.

Robot pendamping Mirumi dipamerkan selama CES Unveiled di CES 2026, pameran dagang elektronik konsumen tahunan, di Las Vegas, Nevada, AS, 4 Januari 2026. (REUTERS/Steve Marcus)Foto: Robot Mirumi dipamerkan selama CES Unveiled di CES 2026, pameran dagang elektronik konsumen tahunan, di Las Vegas, Nevada, AS, 4 Januari 2026. (REUTERS/Steve Marcus)

Dalam video promosi dikutip dari Instagram @lidestylehk, Mirumi terlihat bergerak karena dilengkapi sensor jarak yang membuatnya bereaksi ketika kepala mungilnya dielus. Robot ini dirancang sebagai "palm-healing companion", istilah Jepang untuk benda kecil yang memberi rasa nyaman dan menenangkan hanya dengan kehadirannya.

Mirumi menempel pada tali tas, ransel, atau handbag, menjadikannya teman kecil yang selalu ikut ke mana pun pemiliknya pergi. Secara teknologi, Mirumi mengandalkan kombinasi sensor jarak dan inertial measurement unit.

 Yukai Engineering)Foto: Robot clip-on Mirumi.(Dok: Yukai Engineering)

Saat tas mulai bergerak, Mirumi akan menoleh, mengamati sekeliling, dan tampak "menatap" orang atau objek terdekat. Responsnya sangat lembut: tidak berbicara, tidak memutar musik, dan tidak meminta perhatian. Ia hanya bergerak sedikit, berbalik perlahan, atau menggeser posisi seolah menyadari keberadaan pemiliknya.

Yukai Engineering memang dikenal sebagai perusahaan yang fokus mengembangkan teknologi berbasis interaksi manusia dan emosi. CEO Yukai Engineering Shunsuke Aoki menjelaskan, Mirumi diciptakan bukan sebagai mainan, melainkan sebagai teman yang menenangkan.

"Orang sering menemukan kebahagiaan ketika bisa berbagi perasaan bahagia dengan orang lain. Mirumi adalah robot yang memungkinkan Anda melakukan itu," kata Aoki kepada The Verge, dikutip dari Times Now, Jumat (8/1/2026).

"Di kereta yang padat atau saat mengantre di kasir, Mirumi sering membuat orang tersenyum, melambaikan tangan, atau bereaksi lucu hanya karena tatapannya yang polos," ujarnya menambahkan.

Popularitas Mirumi pun cepat menyebar, khususnya di Hong Kong dan sejumlah kota besar Asia Timur, seiring menguatnya tren emotional collectibles, produk yang bukan hanya dikoleksi karena bentuknya, tetapi karena hubungan perasaan yang tercipta antara benda dan pemiliknya.

Jika Labubu merepresentasikan generasi koleksi dengan semangat nakal dan ekspresi liar, maka Mirumi mencerminkan evolusi baru yaitu koleksi emosional yang menekankan ketenangan, kehadiran, dan koneksi manusia. Dalam lanskap lifestyle urban yang semakin sibuk dan digital, Mirumi hadir sebagai simbol kecil dari kebutuhan akan rasa nyaman dan keheningan.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |