Libur Panjang Tanpa Bokek, Ini Cara Atur Budget Traveling

3 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur panjang sering dimanfaatkan banyak orang untuk traveling dan melepas penat dari rutinitas harian. Namun tanpa perencanaan yang matang, momen liburan justru bisa membuat kondisi keuangan berantakan setelah pulang.

Tidak sedikit orang yang akhirnya menyesal karena pengeluaran membengkak, tabungan terkuras, hingga tagihan kartu kredit meningkat setelah long weekend usai. Padahal, traveling tetap bisa dinikmati tanpa harus membuat dompet boncos.

Berikut beberapa cara cerdas mengatur pengeluaran saat traveling libur panjang agar tetap hemat dan nyaman.

1. Jangan Berangkat Sebelum Menentukan Budget Liburan

Kesalahan paling umum saat traveling adalah berangkat tanpa menentukan batas pengeluaran. Akibatnya, biaya yang awalnya terlihat kecil perlahan menumpuk mulai dari transportasi, makanan, tiket wisata, hingga belanja impulsif.

Sebelum berangkat, tentukan total budget liburan dan pisahkan berdasarkan kebutuhan seperti transportasi, penginapan, makan, tiket masuk wisata, serta dana darurat. Dengan begitu, pengeluaran akan lebih terkontrol dan tidak mengganggu kebutuhan bulanan setelah liburan selesai.

Contoh pembagian budget traveling sederhana bisa menggunakan metode persentase agar pengeluaran lebih terkontrol.

  • 40% untuk transportasi
    Mencakup tiket pesawat, kereta, bensin, tol, parkir, atau transportasi lokal.
  • 30% untuk penginapan
    Seperti hotel, homestay, hostel, atau staycation.
  • 20% untuk makan dan wisata
    Untuk kuliner, tiket masuk tempat wisata, nongkrong, atau hiburan.
  • 10% untuk dana darurat
    Cadangan jika ada biaya mendadak seperti kendaraan bermasalah, sakit, atau perubahan jadwal perjalanan.

Sebagai gambaran, jika budget liburan sebesar Rp2 juta maka pembagiannya bisa seperti berikut:

  • Rp800 ribu untuk transportasi
  • Rp600 ribu untuk penginapan
  • Rp400 ribu untuk makan dan wisata
  • Rp200 ribu untuk dana darurat

Dengan pembagian seperti ini, pengeluaran selama traveling akan lebih mudah dikontrol dan risiko boncos setelah liburan bisa dikurangi.

2. Liburan Dekat Rumah Bisa Jadi Cara Aman Menekan Pengeluaran

Liburan tidak selalu harus ke luar kota atau destinasi viral yang mahal. Staycation, wisata alam lokal, atau city tour di sekitar tempat tinggal juga bisa menjadi pilihan yang lebih ramah di kantong.

Selain menghemat biaya transportasi dan penginapan, liburan jarak dekat juga membantu mengurangi pengeluaran tidak terduga. Cara ini cocok bagi orang yang ingin refreshing tanpa menguras tabungan.

3. Tiket dan Hotel Dadakan Bisa Bikin Boncos, Pesan dari Jauh Hari

Harga tiket transportasi dan hotel biasanya melonjak tajam menjelang musim libur panjang. Karena itu, pemesanan mendadak sering membuat biaya traveling membengkak.

Memesan tiket dan penginapan dari jauh hari memberi peluang mendapatkan harga promo atau tarif yang lebih murah. Selain itu, pilihan hotel dan jadwal perjalanan juga masih lebih banyak sehingga bisa disesuaikan dengan budget.

4. Susun Itinerary dengan Matang agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Itinerary yang tidak terencana sering membuat wisatawan boros waktu dan uang. Misalnya terlalu sering berpindah tempat, salah memilih rute, atau akhirnya menggunakan transportasi mahal karena terburu-buru.

Menyusun jadwal perjalanan secara detail dapat membantu menghemat biaya transportasi, konsumsi bahan bakar, hingga tiket masuk wisata. Tentukan destinasi yang benar-benar ingin dikunjungi agar pengeluaran lebih efisien.

5. Gunakan Transportasi dan Kuliner Lokal untuk Menghemat Biaya

Menggunakan transportasi umum atau kendaraan lokal biasanya jauh lebih murah dibandingkan transportasi wisata khusus atau taksi online untuk jarak jauh.

Hal serupa juga berlaku untuk makanan. Kuliner lokal di pasar tradisional atau warung makan setempat umumnya lebih terjangkau dibanding restoran populer di kawasan wisata. Selain hemat, wisatawan juga bisa mendapatkan pengalaman yang lebih autentik.

6. Bawa Uang Tunai Secukupnya agar Tidak Kalap Belanja

Pembayaran digital memang praktis, tetapi sering membuat seseorang tidak sadar sudah menghabiskan banyak uang. Karena itu, membawa uang tunai sesuai kebutuhan harian bisa membantu membatasi pengeluaran selama traveling.

Cara ini juga efektif mengurangi kebiasaan belanja impulsif, terutama saat melihat promo atau barang menarik di tempat wisata.

7. Prioritaskan Pengalaman, Bukan Gengsi Saat Berwisata

Banyak orang terjebak ingin terlihat mewah saat liburan demi konten media sosial. Mulai dari memilih hotel mahal, nongkrong di tempat viral, hingga membeli oleh-oleh berlebihan.

Padahal, inti traveling adalah menikmati pengalaman dan beristirahat dari rutinitas, bukan memaksakan gaya hidup di luar kemampuan finansial. Memprioritaskan kenyamanan dan pengalaman akan membuat liburan terasa lebih menyenangkan tanpa tekanan finansial setelahnya.

8. Waspadai Penggunaan Paylater dan Kartu Kredit Saat Liburan

Fitur paylater dan kartu kredit memang memudahkan transaksi saat traveling. Namun jika digunakan tanpa kontrol, tagihan setelah liburan bisa menjadi beban besar.

Sebaiknya gunakan metode pembayaran sesuai kemampuan finansial dan hindari berutang hanya demi memenuhi keinginan selama traveling. Jangan sampai liburan beberapa hari justru membuat kondisi keuangan terganggu hingga bulan berikutnya.

(dag/dag)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |