Likuiditas Terjaga, Kinerja BNI Berpotensi Melesat di 2026

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dalam mendongkrak kinerja di tahun 2026 sangat terbuka lebar. Pasalnya, BNI punya modal dan likuiditas yang kuat dalam mendorong pertumbuhan kredit di 2026.

Hal ini terlihat dari pengelolaan neraca BNI sepanjang 2025 yang difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat. Fokus utama diarahkan pada penguatan pendanaan berbasis Current Account Saving Account (CASA).

Seperti diketahui, peran CASA dalam mendongkrak bisnis perbankan sangat besar. Dana murah yang berasal dari giro dan tabungan berperan krusial bagi perbankan untuk menekan biaya dana (cost of fund), dan meningkatkan margin bunga bersih (NIM).

Tahun lalu, BNI berhasil mendongkrak pertumbuhan CASA sebesar 28,9%, yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8% dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2% . Struktur pendanaan yang sehat tersebut dapat menopang pengelolaan likuiditas secara optimal, khususnya untuk mendorong kredit di 2026.

"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, dalam kerangka strategi transformasi digital, BNI sendiri terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI melampaui 12 juta pengguna, dengan tingkat keaktifan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya.

Peningkatan engagement nasabah ini turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.

Selain itu, BNI juga menyempurnakan platform BNIdirect yang mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing untuk segmen korporasi dan bisnis. Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY, yang berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi.

Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit BNI tercatat sebesar 15,9%. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) BNI mencapai 20,7%, atau jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi BNI dalam mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |