Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Nvidia, Jensen Huang, tak henti-hentinya membawa gebrakan yang menghebohkan dunia. Pria dengan harta kekayaan mencapai US$158,7 miliar (Rp2.697 triliun) tersebut adalah salah satu pihak yang paling diuntungkan dari 'booming' AI.
Perusahaannya yang memproduksi chip AI tercanggih saat ini, terus-terusan melaporkan laporan kinerja dengan pertumbuhan yang memecahkan rekor. Kedekatan Huang dengan Presiden AS Donald Trump juga ramai disorot.
Kemampuan negosiasi Huang berhasil membuat Trump 'luluh' dan mengizinkan chip H200 Nvidia diekspor ke China. Nvidia bisa dibilang memegang peran sentral dalam konflik geopolitik antara AS dan China, ditandai dengan aksi saling blokir teknologi satu sama lain.
Huang juga membuat geger dengan rencana besarnya untuk turut andil dalam perkembangan industri mobil tanpa sopir (AV). CNBC International melaporkan Nvidia memperluas kesepakatan untuk pengembangan bisnis AV-nya ke Hyundai Motor, Nissan Motor, dan Isuzu.
Bukan cuma dengan produsen otomotif Jepang, Nvidia juga meneken kerja sama dengan pabrikan asal China seperti BYD dan Geely.
Kerja sama baru ini ditujukan untuk platform Nvidia Drive Hyperion, yakni inovasi khusus untuk AV. Sistem ini membantu perusahaan mengembangkan dan menerapkan kemampuan bantuan pengemudi dan pengemudian otonom untuk AV Level 4, yang mampu mengemudi tanpa campur tangan manusia di area atau kondisi yang telah ditentukan.
"Kami telah lama mengerjakan mobil otonom. Momen ChatGPT untuk mobil otonom telah tiba," kata CEO Nvidia, Jensen Huang, pada konferensi GTC perusahaan, dikutip dari CNBC International, Selasa (17/3/2026) .
"Sekarang kami tahu bahwa kami dapat berhasil mengemudikan mobil secara otonom, dan hari ini, kami mengumumkan empat mitra baru untuk platform robotaxi Nvidia. Jumlah mobil siap robotaxi di masa depan akan luar biasa," ia menuturkan.
Robotaxi merujuk pada layanan ride-hailing berbasis kendaraan otonom. Perkembangan robotaxi sudah meluas di AS, China, Uni Emirat Arab, hingga ke Singapura.
Saat ini, belum ada kendaraan yang dijual ke konsumen luas yang sudah memiliki kemampuan pengemudian otomatis tanpa intervensi pengawasan manusia. Namun, beberapa perusahaan yang menawarkan layanan robotaxi seperti Waymo milik Alphabet, sudah memiliki kemampuan pengemudian otomatis Level 4.
Kebanyakan kendaraan yang dijual untuk konsumen massal saat ini baru mencapai pengemudian otomatis Level 2. Artinya, masih dibutuhkan sopir untuk terus memonitor sistem.
Drive Hyperion adalah upaya Nvidia untuk mewujudkan platform AV "ujung-ke-ujung" yang mencakup pelatihan pusat data, simulasi skala besar, dan komputasi dalam kendaraan. Perusahaan tidak memproduksi atau menjual AV atau banyak komponen yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan tersebut.
Pelanggan Nvidia saat ini untuk Drive Hyperion termasuk banyak perusahaan kendaraan otonom seperti Aurora dan Nuro, serta bisnis yang lebih berorientasi pada konsumen seperti Sony Group, Uber Technologies, Stellantis (induk perusahaan Jeep), dan produsen kendaraan listrik Lucid Group.
AV penting bagi Nvidia, karena mobil tanpa pengemudi tetap menjadi salah satu bidang utama di mana produsen chip ini dapat menunjukkan pertumbuhan di luar kecerdasan buatan (AI) semata.
Banyak yang percaya bahwa AI dapat menjadi kunci bagi proliferasi AV, yang telah ditargetkan oleh analis Wall Street dan eksekutif otomotif sebagai industri pertumbuhan bernilai triliunan dolar.
Perusahaan-perusahaan baru ini menambah daftar panjang kerja sama Nvidia, karena produsen chip dan industri otomotif serta teknologi berupaya memanfaatkan dan menyebarluaskan AV setelah bertahun-tahun gagalnya usaha robotaxi.
Waymo telah memimpin industri AV selama bertahun-tahun, sementara yang lain seperti Tesla, Uber, dan Zoox milik Amazon berusaha mengejar ketinggalan.
Perkembangan robotaxi dan AV secara umum di masa depan akan membawa petaka besar bagi profesi driver online. Saat mobil pribadi dan taksi sudah benar-benar otomatis, profesi driver online tak lagi relevan dan bisa menciptakan kelas pengangguran baru.
(fab/fab)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)


