Mayday Mayday! Harga Bawang Putih Meledak Hampir di Seluruh RI

16 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti kenaikan harga bawang putih yang semakin meluas di berbagai daerah pada minggu ketiga Juli 2026. Meski secara nasional kenaikan harganya masih terbatas, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terus bertambah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, rata-rata harga bawang putih nasional hingga minggu ketiga Juli 2026 mencapai sekitar Rp42.561 per kilogram (kg) atau naik 4,94% dibandingkan Juni 2026.

"Bawang putih sejak Mei ini terjadi lompatan yang cukup tinggi sekali, bahkan relatif jauh di atas HAP (Harga Acuan Penjualan)-nya. HAP bawang putih Rp38.000 (per kg), sedangkan pada posisi Juli minggu ketiga harganya mencapai Rp42.561 (per kg). Artinya, kalau kita bandingkan antara harga di minggu ketiga Juli dengan HAP-nya, maka terjadi gap sekitar 12%," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (20/7/2026).

Ateng menjelaskan, kenaikan harga bawang putih semakin meluas di berbagai wilayah. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH bawang putih meningkat dari 251 daerah pada minggu keempat Juni menjadi 263 daerah pada minggu pertama Juli, kembali naik pada minggu kedua Juli menjadi 269 daerah, dan menjadi 271 daerah pada minggu ketiga Juli 2026.

Selain itu, sebanyak 75,28% wilayah Indonesia tercatat mengalami kenaikan IPH bawang putih. BPS juga mencatat harga bawang putih tertinggi mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Di sisi lain, Analis Perdagangan Ahli Madya Kementerian Perdagangan Neni Dwi Prehati mengatakan, berdasarkan pemantauan Kementerian Perdagangan hingga 17 Juli 2026, rata-rata harga bawang putih nasional tercatat sebesar Rp38.858 per kg atau naik tipis 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya.

"Terkait dengan bawang putih, dapat kami sampaikan bahwa perkembangan harga bawang putih harian per 17 Juli 2026 untuk harga rata-rata nasional tercatat Rp38.858 per kg, atau sedikit mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,6%. Sementara kalau kita lihat di sini baik wilayah non-Maluku, Papua, maupun wilayah Maluku dan Papua, dua-duanya mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya," ujar Neni.

Meski demikian, menurut Neni, jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, harga bawang putih di wilayah non-Maluku dan Papua masih sedikit di bawah harga acuan sebesar Rp38.000 per kg. Sebaliknya, harga di wilayah Maluku dan Papua masih jauh lebih tinggi.

"Namun apabila kita bandingkan dengan harga acuan untuk non-Maluku dan Papua masih sedikit di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp38.000 per kg, sementara untuk wilayah Papua dan Maluku masih di atas harga acuan yang angkanya relatif signifikan, yaitu sebesar 60,07% di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kg," katanya.

Untuk menekan harga di wilayah timur Indonesia, Kementerian Perdagangan mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama di bidang perdagangan luar negeri.

"Kami dari Kementerian Perdagangan telah dan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan di bidang perdagangan luar negeri utamanya terkait dengan kemungkinan untuk penambahan labuhan masuk di wilayah timur yang diharapkan bisa menekan harga bawang putih di wilayah timur yang masih di atas harga acuan," tutur dia.

Bagaimana dengan Bawang Merah-Cabai?

Sementara itu, berbeda dengan bawang putih, BPS mencatat harga bawang merah justru mulai melandai. Ateng mengatakan, rata-rata harga bawang merah nasional pada minggu ketiga Juli 2026 berada di kisaran Rp43.859 per kg atau turun 12,05% dibandingkan Juni 2026.

Penurunan juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah secara nasional turun 11,65% dibandingkan Juni 2026 menjadi rata-rata Rp48.526 per kg. Sebanyak 76,67% wilayah Indonesia mengalami penurunan IPH cabai merah, sementara jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH turun menjadi 70 daerah.

Adapun harga cabai rawit tercatat turun lebih dalam, yakni 15,71% dibandingkan Juni menjadi rata-rata Rp57.806 per kg. BPS mencatat 68,61% wilayah Indonesia mengalami penurunan IPH cabai rawit, sedangkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH berkurang menjadi 48 daerah pada minggu ketiga Juli 2026.

Meski tren harga bawang merah dan kedua jenis cabai mulai menurun secara nasional, BPS masih mencatat terdapat sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga untuk masing-masing komoditas tersebut.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |