Jakarta, CNBC Indonesia - Filosofi "Nrimo Ing Pandum" menjadi salah satu nasihat Jawa yang cukup populer di kalangan masyarakat. Namun, tidak sedikit juga orang yang salah memahami makna dari filosofi tersebut.
Biasanya, "Nrimo Ing Pandum" sering dimaknai dengan sebatas menerima, pasrah, dan berleha-leha atas segala kondisi maupun musibah yang terjadi. Mengingat, banyaknya orang yang salah paham dengan konsep tersebut membuat kesan orang Jawa ini cenderung terlihat pasif dan pasrah akan keadaan.
Asal tahu saja, sejatinya filosofi ini mengajarkan sikap menerima segala pemberian atau takdir dari Tuhan dengan ikhlas, disertai sabar dan syukur, setelah berusaha maksimal. Konsep ini bertujuan untuk mencapai ketenangan batin dan kebahagiaan hidup, dengan menerima apa adanya tanpa menuntut lebih atau larut dalam kesedihan ketika hasil tidak sesuai harapan.
Filosofi ini mengandung tiga nilai utama yang meliputi kata ikhlas, sabar, dan syukur. Bila dirinci, Ikhlas adalah perbuatan tulus yang dilakukan oleh manusia tanpa mengharapkan imbalan. Sedangkan, sabar adalah menahan diri dari sesuatu yang bisa merugikan secara lahir maupun batin.
Sementara itu, syukur adalah ungkapan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Kendati demikian, filosofi Jawa tersebut tidak menyuruh seseorang pasrah tanpa usaha. Mengingat, orang Jawa memegang prinsip harus berusaha sebelum menerima pemberian dari Tuhan.
FIlosofi hidup "Nrimo Ing Pandum" ini juga dipegang teguh oleh sosok akademisi hukum terkemuka, penulis sekaligus pengusaha bernama Rio Christiawan. Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, itu kini aktif mengajar di sejumlah kampus ternama dengan bidang kepakaran seperti corporate finance, hukum korporasi, lingkungan, hingga etika bisnis dan lainnya.
Tidak heran, usaha tersebut membawanya ke titik kesuksesan untuk memimpin Pagatan Usaha Makmur (PUM), dimana Rio memanfaatkan keahliannya di bidang hukum untuk membangun berbagai inisiatif berdampak besar di sektor keberlanjutan dan energi.
Salah satu inisiatif unggulan PUM adalah The PLUM Project, yang didirikan untuk mendukung upaya reforestasi, melindungi keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Melalui pendekatan inovatif, proyek ini berfokus pada pelestarian ekosistem hutan sekaligus menyediakan sumber penghidupan alternatif bagi masyarakat lokal.
Lebih dari itu, ia juga telah memegang berbagai posisi strategis di perusahaan besar, di mana ia memimpin berbagai inisiatif hukum, operasional, dan perizinan di tingkat korporasi. Sebagai penulis produktif, Rio telah menerbitkan lebih dari 20 buku di bidang hukum korporasi dan bisnis, termasuk Hukum Pembiayaan Usaha, Omnibus Law, serta Filosofi dan Implementasi CSR di Indonesia.
Berbekal pemahaman hukum yang mendalam dan komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat, Rio terus menginspirasi perubahan di titik temu antara hukum, bisnis, dan pembangunan berkelanjutan.
Pada akhirnya, upaya Rio dalam menggencarkan pengembangan ekonomi hijau demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 membuatnya dianugerahi sebagai Person of The Month periode November 2025 oleh Media Ekonomi Terbesar di Indonesia, CNBC Indonesia.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319082/original/060228700_1755504247-pspr.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4939096/original/049996300_1725747991-000_36FT7CN.jpg)



