Mengenal Keluarga Shah yang Kapalnya Diserang di Selat Hormuz

5 hours ago 15

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan ke sejumlah kapal di Selat Hormuz menyeret konglomerat Thailand, keluarga Shah. Mengutip laporan CNBC International, angkatan Laut Thailand menyebut kapal Mayuree Naree milik mereka telah diserang saat melintasi Selat Hormuz.

Berdasarkan data Forbes, dikutip Kamis (19/3/2026), keluarga Shah merupakan salah satu konglomerasi bisnis besar di Thailand. Konglomerat tersebut memiliki kekayaan mencapai sekitar US$ 945 juta (sekitar Rp14,6 triliun-Rp15,1 triliun) dan menempatkannya di peringkat ke-34 orang terkaya di negara Gajah Putih tersebut.

Keluarga ini dipimpin oleh Kirit Shah, yang mengendalikan GP Group. Ini sebuah konglomerasi berusia lebih dari 157 tahun.

Salah satu pilar utama bisnis keluarga ini adalah Precious Shipping, perusahaan pelayaran yang didirikan pada 1989. Perusahaan ini memiliki armada kapal yang beroperasi secara global, termasuk rute-rute strategis seperti Timur Tengah, sehingga rentan terdampak gejolak di kawasan tersebut.

Selain pelayaran, aset utama keluarga Shah juga mencakup Mega Lifesciences, perusahaan farmasi yang didirikan langsung oleh Kirit Shah dan kini menjadi salah satu bisnis paling bernilai dalam portofolio mereka. Keluarga ini juga memiliki kepemilikan saham di Golden Lime, perusahaan yang memproduksi kalsium oksida dan kalsium hidroksida serta tercatat di Bursa Efek Thailand.

Nama keluarga Shah juga dikenal di ruang publik melalui Nishita Shah, putri Kirit Shah, yang pernah tampil sebagai juri dalam versi Thailand dari acara televisi Shark Tank. Dengan eksposur bisnis yang luas, khususnya di sektor pelayaran global, keluarga Shah menjadi salah satu pihak yang terdampak langsung dari meningkatnya risiko keamanan di Selat Hormuz.

Sebagai informasi, serangan ini memperburuk kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama karena jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu chokepoint energi terpenting dunia. Kawasan tersebut nyaris lumpuh akibat konflik yang melibatkan Iran serta aksi militer Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.

Dalam situasi ini, kapal-kapal niaga yang melintas di kawasan tersebut menghadapi risiko tinggi. Termasuk armada yang terafiliasi dengan perusahaan pelayaran milik keluarga Shah.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |