Modus Netizen RI Akali Mesin AI Grok Milik Elon Musk, Serok Rp 3,4 M

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia kripto mendadak gempar setelah seorang peretas yang diduga berasal dari Indonesia dikabarkan berhasil membobol sistem keamanan chatbot AI milik Elon Musk, Grok. Pelaku dilaporkan memanfaatkan celah keamanan pada interaksi kecerdasan buatan tersebut untuk menggasak aset digital senilai US$ 200.000 atau sekitar Rp 3,4 miliar (asumsi kurs Rp 17.253/US$).

Manipulasi cerdik ini melibatkan eksploitasi terhadap Grok dan Bankrbot, sistem AI yang memiliki otorisasi akses ke dompet digital pada jaringan Base. Dengan metode yang sangat teknis, pelaku berhasil mengecoh sistem AI tersebut untuk mengeksekusi pengiriman aset dalam jumlah besar ke alamat wallet pribadinya.

Dalam laporan yang beredar di komunitas kripto, akun X bernama @Ilhamrfliansyh disebut menjadi pihak yang menjalankan eksploitasi tersebut. Akun itu dilaporkan langsung dihapus tak lama setelah transaksi selesai dilakukan.

Mengutip Dexerto, modus yang digunakan terbilang unik. Pelaku disebut mengirim instruksi tersembunyi dalam bentuk kode Morse kepada Grok.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan AI dan diteruskan ke Bankrbot sebagai perintah yang dianggap valid oleh sistem.

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku lebih dulu mengirim NFT Bankr Club Membership ke wallet milik Grok. Langkah ini diduga memperluas izin akses AI di dalam ekosistem Bankr sehingga Grok dapat melakukan transfer aset dan pertukaran token.

Setelah akses meningkat, Grok diminta menerjemahkan pesan kode Morse yang ternyata berisi instruksi untuk mengirim 3 miliar token DRB ke alamat wallet tertentu.

Pesan hasil terjemahan kemudian dianggap sebagai perintah yang sah dan langsung dieksekusi. Transaksi di jaringan Base pun selesai dilakukan, dengan seluruh token berpindah ke wallet milik pelaku.

Usai menerima token, pelaku disebut langsung menjual aset tersebut di pasar terbuka. Aksi itu sempat memicu gejolak harga token DRB dalam jangka pendek.

Data blockchain selanjutnya menunjukkan dana yang terkait dengan wallet Grok kemudian dikembalikan dan dikonversi ke sejumlah aset lain seperti Ethereum dan USDC.

Di X sendiri, sejumlah pengguna menduga pelaku berasal dari Indonesia berdasarkan penggunaan bahasa dan aktivitas akun tersebut di komunitas kripto lokal. Namun hingga kini, identitas asli pelaku masih belum dapat dipastikan.

(tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |