Jakarta, CNBC Indonesia - Spanyol secara resmi menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan militer bersama di wilayahnya guna melancarkan serangan ke Iran. Langkah tegas ini diambil seiring dengan meningkatnya kritik keras dari pemerintah Spanyol terhadap apa yang mereka sebut sebagai intervensi militer yang berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara eksplisit mengecam aksi militer sepihak yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sanchez memperingatkan bahwa tindakan agresif tersebut hanya akan memperburuk situasi global dan berkontribusi pada tatanan internasional yang lebih bermusuhan serta penuh ketidakpastian.
"Hari ini, lebih dari sebelumnya, sangat penting untuk diingat bahwa Anda bisa saja menentang rezim yang penuh kebencian-seperti masyarakat Spanyol secara keseluruhan terhadap rezim Iran-namun pada saat yang sama, tetap menentang intervensi militer yang tidak adil dan berbahaya yang berada di luar hukum internasional," tegas Sanchez saat berpidato di Barcelona dikutip The Guardian, Selasa (3/3/2026).
Sikap keras kepala Madrid diperkuat dengan penolakan resmi pemerintah untuk mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan udara Rota dan Moron untuk melanjutkan serangan udara ke Iran. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa meskipun pihaknya mendukung kebebasan bagi rakyat Iran, mereka tidak akan membiarkan pangkalan mereka menjadi alat dalam aksi militer yang sedang berlangsung.
"Saya ingin menyampaikan hal ini dengan sangat jelas dan lugas. Pangkalan-pangkalan tersebut tidak sedang digunakan-dan tidak akan digunakan-untuk apa pun yang tidak tercantum dalam perjanjian dengan AS, atau untuk apa pun yang tidak dicakup oleh Piagam PBB," ujar Albares kepada Telecinco.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, juga memberikan penegasan serupa dengan menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada satu pun pangkalan yang digunakan dalam operasi militer AS tersebut. Menurutnya, setiap kerja sama militer dengan Washington harus tunduk pada kerangka hukum internasional dan mendapatkan dukungan luas dari komunitas global.
"Ada kesepakatan dengan AS mengenai pangkalan-pangkalan ini, namun pemahaman kami terhadap kesepakatan tersebut adalah bahwa operasi harus mematuhi kerangka hukum internasional dan harus ada dukungan internasional untuk hal tersebut," kata Robles kepada wartawan.
Meskipun ada penolakan, data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan aktivitas militer yang cukup sibuk. Setidaknya 15 pesawat militer AS dilaporkan telah meninggalkan Rota dan Moron sejak serangan AS dan Israel dimulai akhir pekan lalu, di mana sedikitnya tujuh pesawat terpantau mendarat di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Hingga saat ini, pejabat pertahanan Amerika Serikat memilih untuk bungkam dan menolak memberikan komentar terkait alasan keberangkatan pesawat-pesawat tempur tersebut dari wilayah kedaulatan Spanyol. Di sisi lain, Sanchez secara terang-terangan menyebut bahwa ofensif yang dilakukan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu hanya membuat dunia menjadi semakin tidak stabil.
Kecaman tajam dari Sanchez ini diprediksi akan merusak hubungannya dengan Donald Trump, yang sebelumnya sempat mengkritik Spanyol karena enggan menaikkan anggaran pertahanan NATO hingga 5% dari PDB. Namun, langkah ini konsisten dengan status Sanchez sebagai salah satu pemimpin Eropa paling vokal dalam mengkritik perang Israel di Gaza dan respons Uni Eropa terhadap konflik tersebut.
Sementara itu, pemimpin Eropa lainnya tampak lebih berhati-hati dalam menyikapi upaya Trump untuk melakukan perubahan rezim di Iran. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sempat ragu memberikan izin penggunaan pangkalan Diego Garcia, namun akhirnya berubah pikiran setelah Iran meluncurkan serangan balasan yang menghantam salah satu pangkalan udara Inggris di Siprus.
"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan, yang berpotensi dilakukan melalui tindakan pertahanan yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan pesawat tak berawak dari sumbernya," demikian pernyataan bersama Inggris, Prancis, dan Jerman.
Donald Trump sendiri bereaksi sinis terhadap perubahan sikap Inggris dengan menyebut bahwa London membutuhkan waktu yang "terlalu lama" untuk memberikan akses pangkalan. Di pihak lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang dijadwalkan bertemu Trump di Washington, menyatakan bahwa dirinya memahami dilema dalam merespons ambisi nuklir Iran namun memilih untuk tidak mengkritik sekutu.
"Jadi kami tidak akan menceramahi mitra kami mengenai serangan militer mereka terhadap Iran. Terlepas dari semua keraguan yang ada, kami memiliki banyak tujuan yang sama dengan mereka," ungkap Merz.
Senada dengan itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan solusi diplomatik yang langgeng untuk krisis Iran. Ia menegaskan bahwa blok Uni Eropa akan bekerja keras untuk mempersiapkan diri menghadapi segala dampak buruk yang mungkin timbul dari peristiwa militer terbaru ini.
(tps/luc)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)




