Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Demikian penuturan seorang pejabat AS sebagaimana dilaporkan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026).
Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP, Kamis (15/1/2026) waktu setempat, bahwa Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan "dampak buruk yang serius di kawasan itu."
Kritik dengan cepat dilayangkan kepada sekutu AS di kawasan Teluk karena mendorong de-eskalasi di wilayah mereka sendiri. Senator Lindsey Graham, seorang anggota parlemen neokonservatif AS yang telah lama menjadi pendukung perubahan rezim dan perang, bahkan sampai menyarankan akan ada "pemikiran ulang yang dramatis" di pihaknya mengenai sifat aliansi AS dengan "sekutu Arab kita yang disebut-sebut."
Namun, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada New York Times bahwa Netanyahu meminta Trump menunda rencana serangan tersebut. Pejabat AS lainnya kemudian mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Trump disarankan untuk tidak melakukan serangan skala besar karena kemungkinan besar tidak akan menjatuhkan rezim Iran dan dapat menyebabkan konflik yang lebih luas.
Selain itu, AS membutuhkan lebih banyak aset militer di kawasan tersebut untuk dapat menangkis potensi respons dari Iran, termasuk terhadap pasukan AS di Timur Tengah dan Israel sendiri. Militer AS, yang saat ini tidak memiliki kapal induk di kawasan tersebut, sedang mengerahkan satu kapal induk dari Laut Cina Selatan.
Awal pekan ini, AS menarik sebagian personelnya dari pangkalan udara Amerika terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Departemen Luar Negeri juga telah memperingatkan warga untuk membatasi perjalanan yang tidak penting ke beberapa bagian kawasan tersebut.
Meskipun Trump sejauh ini belum memutuskan untuk menyerang, para pejabat terus menekankan bahwa semua opsi tetap terbuka. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan presiden telah "memperjelas bahwa semua opsi terbuka untuk menghentikan pembantaian" di Iran.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335986/original/018612600_1756812018-Sudi_Abdallah__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5012276/original/055492600_1732021216-20241119AA_Indonesia_Vs_Arab_Saudi-15_2.JPG)

