Netanyahu: Perang dengan Iran Buka Perdamaian Arab Saudi-Israel

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa aksi militer terhadap Iran mungkin akan berlanjut untuk beberapa waktu. Tetapi, ia menekankan itu tidak akan memakan waktu bertahun-tahun.

Hal ini dikatakannya dalam sebuah wawancara dengan media AS, Fox News, Senin malam waktu setempat. Ia juga menyinggung ini menjadi pembuka damai antara negerinya dan Arab.

"Ini bukan perang tanpa akhir, ini adalah pintu gerbang menuju perdamaian," kata Netanyahu dalam program "Hannity" menambahkan bahwa ia melihat jalan yang langgeng menuju stabilitas di Timur Tengah.

Yang paling penting, ujarnya lagi, tindakan terhadap Iran juga dapat membuka jalan bagi perdamaian antara Arab Saudi dan Israel. Ia juga menegaskan bahwa meskipun perubahan rezim pada akhirnya bergantung pada rakyat Iran, AS dan Israel "menciptakan kondisi" agar hal itu terjadi.

Sebelumnya beberapa wilayah di Arab Saudi, khususnya yang menampung pangkalan militer Amerika, terkena drone Iran. Dalam laporan terbaru, ledakan terjadi di kilang minyak Saudi Aramco dan Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Arab Saudi sendiri selalu mengatakan akan berdamai dengan Israel jika negara Palestina berdiri. Perlu diketahui Presiden AS Donald Trump menginisiasi Ambraham Accords guna mendorong negara Arab dan Islam membuka hubungan diplomatic dengan Israel.

Sebelumnya, negara-negara Arab mengecam keras gelombang serangan balasan yang dilancarkan Iran setelah Amerika dan Israel menyerang wilayah Teheran. Mereka menilai tindakan Teheran tersebut telah menggagalkan upaya menjaga stabilitas dan menempatkan kawasan dalam risiko besar.

Kecaman keras muncul dalam pernyataan bersama yang dibacakan di Dewan Keamanan PBB di New York oleh enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), bersama Yordania dan AS. Mereka menuduh Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang disebut "sembrono" dan menargetkan wilayah berdaulat di Timur Tengah, meski Iran mengaku menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara itu.

"Kami menolak segala justifikasi atas perilaku bermusuhan ini dan menegaskan tindakan Iran ini adalah eskalasi yang berbahaya yang melanggar kedaulatan negara," ujar duta besar Bahrain untuk PBB, Jamal Fares Alrowaiei, mewakili kelompok GCC, dalam pernyataan yang semakin memanas di sidang itu, seperti dikutip AFP.

Para perwakilan negara Arab menekankan bahwa serangan Iran telah membahayakan populasi sipil, merusak infrastruktur, dan mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh. Mereka juga menegaskan hak masing-masing negara untuk membela diri di bawah hukum internasional sambil menyerukan penghentian aksi militer.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |