Panduan Komprehensif Broker Elev8 untuk Nilai Relatif Mata Uang

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam dunia trading Forex dan Contract for Difference (CFD) baik mata uang G10 atau emas (XAUUSD) trader tidak pernah beroperasi dalam ruang hampa.

Setiap posisi adalah taruhan relatif: membeli EURUSD berati mengekspresikan pandangan bullish pada euro dan keyakinan bearish pada dolar AS. Oleh karena itu, analisis fundamental harus bersifat komparatif agar efektif. Dengan kata lain, setiap penilaian fundamental pada dasarnya bersifat relatif.

Melihat hal itu, broker Elev8 telah mengembangkan kerangka valuasi relatif yang jelas dan mudah dipahami, menggabungkan lima lensa fundamental yang saling melengkapi. Hasilnya adalah peringkat ringkas yang menyoroti mata uang mana yang tampak overbought atau oversold, dan mana yang overvalued atau undervalued.

Trader dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi pasangan yang memiliki probabilitas tinggi dan memahami peta forex secara lebih luas dengan memanfaatkan enam pilar kuantitatif yang berbeda: overextension, korelasi minyak, kinerja sekuler, divergensi ekonomi, dan nilai tukar efektif.Berikut Analisanya:

Analisis overextension: posisi rentang historis

Analisis overextension mengukur seberapa jauh nilai tukar mata uang bergerak dari rentang trading tiga tahunnya, dinyatakan dalam persentase (0% = terendah dalam rentang, 100% = tertinggi dalam rentang).

"Kami menggunakan periode tinjauan tiga tahun ke belakang untuk mencapai keseimbangan yang efektif. Periode tiga tahun cukup lama untuk mengamati lebih dari setengah siklus bisnis tipikal (Biro Nasional Penelitian Ekonomi AS memperkirakan rata-rata siklus sekitar 60 bulan), tetapi cukup pendek untuk mempertahankan volatilitas yang berarti dan menghasilkan sinyal yang dapat ditindaklanjuti," ungkap Broker Elev8.

  • Over. Ringgit Malaysia (MYR) memimpin. Per 20 Maret, MYR diperdagangkan di 94,09% dari rentang tiga tahunnya, mendekati batas atas historis.
  • Tertinggal. Rupee India (INR) tetap menjadi anomali, merosot di 5,05% dari rentang, menunjukkan kompresi historis yang signifikan.

broker Elev8Foto: dok broker Elev8

Korelasi minyak: proksi inflasi

Harga energi merupakan proksi vital untuk perubahan Indeks Harga Konsumen (CPI) di masa depan. Perubahan ini menentukan kecenderungan hawkish atau dovish bank sentral, yang efeknya mendorong aliran mata uang.

Studi korelasi minyak ini menggunakan korelasi bergulir 54 bulan untuk mengukur seberapa dekat setiap mata uang melacak pergerakan harga minyak dan mengidentifikasi penyimpangan dari hubungan historis tersebut.

  • Overvalued. Lira Turki (TRY) tampak meregang, menunjukkan overvaluasi 31,52% yang relatif terhadap hubungan historisnya dengan harga energi.
  • Undervalued. Rupee India terus menunjukkan 'kesenjangan valuasi', diperdagangkan 15,12% di bawah nilai yang tersirat dari harga minyak.

broker Elev8Foto: dok broker Elev8

Kinerja sekuler: standar emas

Mengukur satu mata uang terhadap mata uang lain dapat menyesatkan. Misalnya, kenaikan di GBPUSD mungkin hanya mencerminkan kelemahan AS, bukan kekuatan UK.

Untuk mendapatkan pandangan yang tidak terlalu bias, analisis ini membandingkan kinerja setiap mata uang terhadap emas, aset netral yang secara luas dianggap memiliki nilai intrinsik.

Berbeda dengan 'alat pembayaran' fiat, emas tidak dapat didevaluasi oleh mesin cetak. Harga emas mencerminkan penawaran dan permintaan fisik yang memungkinkan kita melihat permintaan 'nyata' untuk mata uang, terlepas dari interferensi bank sentral. Kami menyebutnya 'kinerja sekuler.' Ini mengungkapkan permintaan jangka panjang yang sebenarnya atau kurangnya permintaan untuk mata uang tertentu.

  • Overvalued. Naira Nigeria (NGN) saat ini 42,66% overvalued dibandingkan dengan patokan emas.
  • Undervalued. Franc Swiss (CHF) jelas undervalued sebesar 4,14%.

broker Elev8Foto: dok broker Elev8

Divergensi ekonomi: wawasan kurva imbal hasil

Fundamental ekonomi yang kuat pada akhirnya harus mendukung pergerakan mata uang, tetapi mengisolasi satu indikator saja biasanya tidak memberi penilaian yang bermanfaat, karena setiap ekonomi merespons pemacu yang berbeda. Meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) adalah barometer utama kesehatan ekonomi, jadwal rilis kuartalan menjadikannya indikator 'spion belakang' bagi trader aktif.

Sebagai gantinya, Elev8 berfokus pada imbal hasil obligasi 10 tahun. Imbal hasil merupakan tolak ukur yang berorientasi ke masa depan untuk mengukur selera investor, dan yang terpenting mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter di masa mendatang. Spread antara imbal hasil dua negara mengungkapkan divergensi antara siklus ekspansioner dan kontraksioner. Biasanya, modal mengalir ke arah imbal hasil yang lebih tinggi.

  • Overvalued. Ringgit Malaysia overvalued sebesar 13,24% berdasarkan spread obligasi saat ini.
  • Undervalued. Naira Nigeria undervalued sebesar 35,56%.

broker Elev8Foto: dok broker Elev8

Nilai tukar efektif real (REER)

Bank for International Settlements (BIS) mendefinisikan nilai tukar efektif (EER) sebagai rata-rata tertimbang geometris dari nilai tukar bilateral yang mencerminkan hubungan perdagangan suatu negara dengan mitranya.

Indeks EER BIS banyak digunakan sebagai ukuran daya saing harga internasional dan indikator guncangan eksternal. Peningkatan EER menandakan apresiasi (penurunan daya saing), sedangkan penurunan menunjukkan depresiasi (peningkatan daya saing).

Menurut data terbaru BIS, Yuan Tiongkok (CNY) menonjol sebagai mata uang yang paling overvalued berdasarkan EER, sementara franc Swiss (CHF) tampak paling undervalued.

broker Elev8Foto: dok broker Elev8

Dengan menggabungkan overextension, korelasi minyak, kinerja sekuler terhadap emas, divergensi ekonomi melalui imbal hasil obligasi, dan daya saing nilai tukar efektif, broker Elev8 menghasilkan gambaran yang kuat dan multidimensi tentang posisi 20 mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia saat ini.

Dalam kerangka penilaian relatif ini, dolar AS (USD) sengaja tidak dianalisis atau diberi peringkat secara terpisah.

Sebagai patokan utama dan mata uang cadangan dunia, USD berfungsi sebagai numeraire standar yang digunakan untuk mengukur dan menilai semua mata uang lain dalam penelitian ini. Jika kita menyertakan dolar dalam peringkat, hal itu akan menciptakan referensi melingkar dan merusak keseluruhan analisis.

Sebaliknya, setiap metrik dalam laporan ini (overextension, korelasi minyak, kinerja sekuler dibandingkan emas, divergensi ekonomi, nilai tukar efektif, dan posisi) mengevaluasi bagaimana 20 mata uang lainnya berkinerja relatif terhadap USD atau tolak ukur netral. Pendekatan ini memastikan perbandingan yang konsisten dan tidak bias di seluruh basket. Trader dapat dengan jelas mengidentifikasi mata uang mana yang tampak overvalued atau undervalued terhadap dolar patokan de facto pasar FX global.

Data yang dihimpun oleh broker Elev8 melukiskan gambaran pasar yang ditandai oleh sinyal yang beragam. Ttidak ada satu lensa pun yang dapat menggambarkan keseluruhan cerita mata uang sering kali mengirimkan pesan yang bertentangan tetapi beberapa pola yang jelas tetap muncul.

Franc Swiss berulang kali tampak undervalued atau oversold di beberapa kerangka, sedangkan Ringgit Malaysia secara konsisten menunjukkan tanda-tanda overvalued, terutama berdasarkan overextension teknis dan korelasi dengan spread yield. Rupee India dan Rupiah Indonesia juga sering muncul di sisi undervalued, sedangkan Yuan Tiongkok dan rand Afrika Selatan menonjol sebagai mata uang yang overvalued secara signifikan berdasarkan beberapa ukuran.

Di pasar yang sering kali dipenuhi oleh kebisingan, kelima pilar ini memberikan fondasi struktural. Baik saat mencari peluang trading mean-reversion maupun melakukan hedging terhadap posisi jangka panjang, memahami nilai relatif adalah langkah pertama menuju trading yang lebih jelas.

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |