Jakarta, CNBC Indonesia - Ferrari resmi memperkenalkan mobil listrik penuh pertama mereka, Luce EV, kepada Paus Leo XIV di Castel Gandolfo, Italia. Dalam kesempatan itu, Paus dilaporkan ikut menjajal langsung kendaraan listrik mewah yang dibanderol hingga ratusan ribu euro tersebut.
Momen tersebut terjadi saat Presiden Ferrari John Elkann membawa Luce ke kediaman musim panas kepausan di selatan Roma, Selasa (26/5/2026) waktu setempat. Paus Leo XIV terlihat duduk di kursi pengemudi sambil mendengarkan penjelasan fitur kendaraan dari pengemudi uji Ferrari, Raffaele De Simone. Elkann sendiri duduk di kursi penumpang.
"Apakah ini Ferrari empat pintu pertama?" tanya Paus Leo XIV kepada Elkann, seperti dikutip media lokal.
"Yang pertama lima tempat duduk," jawab Elkann.
Ferrari menamai mobil listrik pertamanya "Luce", yang berarti "cahaya" dalam bahasa Italia. Mobil ini dibekali tenaga 1.000 horsepower dan mampu melesat dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam 2,5 detik.
Selain itu, Luce diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 530 kilometer dalam sekali pengisian daya dan menggunakan empat motor listrik, masing-masing untuk setiap roda.
Media Italia melaporkan harga Luce diperkirakan mencapai 500.000 euro atau sekitar Rp10,38 miliar dengan asumsi kurs Rp20.770 per euro. Harga resmi untuk pasar Amerika Serikat (AS) hingga kini belum diumumkan.
"Kami tidak hanya meluncurkan mobil baru, kami meresmikan babak yang mengubah visi kami menjadi kenyataan, memperkuat tradisi Ferrari dalam mengantisipasi dan membentuk masa depan," kata Elkann dalam pernyataannya, seperti dikutip ABC News, Jumat (29/5/2026).
Meski peluncurannya berlangsung meriah dan mendapat perhatian dunia karena keterlibatan Paus Leo XIV, respons pasar terhadap mobil listrik pertama Ferrari ini justru cenderung dingin.
Saham Ferrari tercatat anjlok 8,4% dalam perdagangan di Milan setelah peluncuran tersebut. Sementara saham Ferrari di Amerika Serikat turun 5,3%.
Kritik juga bermunculan dari pengamat otomotif dan warganet yang menilai desain Luce tidak lagi merepresentasikan karakter khas Ferrari. Editor-at-Large Autocar Matt Prior menilai mobil listrik tersebut terlihat lebih tinggi dan kurang ramping dibanding model Ferrari konvensional karena penempatan baterai di bawah lantai kendaraan.
Menurutnya, perubahan desain itu menjadi tantangan besar bagi Ferrari yang selama ini identik dengan mobil sport berprofil rendah dan tampilan dinamis. Prior menyebut adaptasi menuju kendaraan listrik kemungkinan akan lebih sulit bagi Ferrari dibanding produsen otomotif lain karena kuatnya identitas desain merek tersebut.
Ferrari sendiri sebelumnya telah menginvestasikan miliaran euro untuk pengembangan kendaraan listrik. Namun perusahaan kini mulai lebih hati-hati setelah memangkas target kontribusi mobil listrik penuh dalam lini produknya pada 2030 dari 40% menjadi 20%.
Peluncuran Luce berlangsung di tengah pasar mobil listrik global yang masih penuh tantangan. Sejumlah produsen otomotif dunia mulai mengurangi agresivitas elektrifikasi akibat melambatnya permintaan dan tingginya biaya pengembangan EV.
Meski demikian, Badan Energi Internasional (IEA) mencatat penjualan mobil listrik global mencapai 20 juta unit tahun lalu atau setara satu dari empat mobil baru yang terjual di dunia.
(tfa/tfa)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)











