Pelatih Cremonese Maklumi Kesalahan Emil Audero saat Kalah di Markas Sassuolo: Kami Coba Perbaiki

5 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Cremonese yang diperkuat Emil Audero, menelan kekalahan di markas Sassuolo dalam lanjutan pekan ke-22 Serie A 2025/2026. Cremonese kalah 0-1 dari Sassuolo di MAPEI Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB.

Gawang Emil Audero jebol dengan cepat di pertandingan ini. Saat laga baru berjalan tiga menit, gawangnya dirobek Alieu Fadera. Bola tembakan keras Armand Laurienté dari luar kotak penalti, gagal ditangkap Emil.

Bola muntah yang liar, disambut dengan dingin oleh Fadera dan menjebol gawang kiper berusia 28 tahun tersebut. Upaya yang dilakukan Cremonese di sisa pertandingan tak cukup menyelamatkan dari kekalahan.

Hasil ini membuat Cremonese tak pernah menang lagi dalam 8 laga beruntun. I Grigiorossi berada di peringkat ke-14 dengan nilai 23.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lumrah

Pelatih Cremonese, Davide Nicola dalam konferensi pers setelah pertandingan memaklumi kekalahan timnya di markas Sassuolo. Ia menyebut seluruh pemain sudah berusaha dan bekerja keras.

Meski ada sedikit kesalahan yang dilakukan pemainnya, termasuk bola yang gagal diamankan Emil Audero, tak membuat sang pelatih kecewa. Ia menganggap hal-hal semacam itu adalah kesalahan teknis.

"Saya menerima kesalahan teknis. Kami sedang mengalami momen-momen tertentu saat ini dan intensitas pertandingan tertentu karena absennya beberapa pemain. Momen-momen ini terjadi pada semua tim, kami mencoba untuk memperbaiki mentalitas kami," terang Davide Nicola.

"Saya menerima kesalahan, setelah sepuluh menit pertama dan kami tidak menciptakan banyak peluang. Mungkin beberapa kesalahan disebabkan oleh posisi beberapa pemain, tetapi keinginan untuk tidak pernah menyerah masih terlihat, dan hari ini kami membuktikan bahwa kami kembali kompetitif," tegasnya.

Taktik Kurang Berjalan

Davide Nicola memainkan taktik melalui skema 3-5-2 di markas Sassuolo. Selain mempercayakan Emil Audero di bawah mistar gawang, ia juga mengandalkan Baschirotto, Vandeputte, dan Jamie Vardy.

Namun sepertinya taktik ia minta tak berjalan sesuai harapan. Mereka kebobolan gol cepat, karena skema serangan balik yang gagal diantisipasi.

"Dengan tiga bek di belakang, kami harus membayar mahal untuk serangan balik. Kami tidak pandai menghindari serangan balik; itu bagian dari permainan. Tetapi kemudian kami bermain dengan satu-satunya pemain menyerang yang tersedia, dan para pemain mengambil kendali permainan," ujar Davide Nicola.

"Saat ini, kami memiliki sedikit solusi dan sedikit konsistensi dalam apa yang kami hasilkan. Saya tidak kecewa dengan pertandingan hari ini. Kami sedang melewati masa sulit, tetapi kami perlu bergerak maju dengan dedikasi untuk mencapai tujuan kami," tandasnya.

Aksi Emil Audero

Aksi-aksi Emil Audero di markas Sassuolo mencatatkan rating 6,2. Audero membuat satu kesalahan yang berujung pada gol Sassuolo. Namun ia melakukan 6 penyelamatan penting.

Musim ini ia sudah bermain 18 kali, kebobolan 22 gol, dan melakukan 6 kali clean sheet. Rata-rata nilainya per laga ada di angka 7,18.

Selanjutnya, Emil Audero dan kawan-kawan kedatangan tim raksasa sekaligus kandidat juara Inter Milan di kandang sendiri, Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.

Sumber: Cremonese

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Vincentius Atmaja
  • Gregah Nurikhsani
Read Entire Article
| | | |