Perancis Bakal Juara Piala Dunia 2026 Gegara Tinggi Badan?

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Apakah tinggi badan bisa menjadi penentu kesuksesan sebuah tim di Piala Dunia? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah sejumlah analisis statistik menjelang Piala Dunia 2026 menunjukkan adanya hubungan menarik antara postur pemain dan performa tim nasional.

Pertanyaan menggelitik itu dilontarkan Tim Olds, Profesor dari Health Sciences, Adelaide University dalam tulisannya bertajuk, "World Cup: what's just the right height for a soccer player?," ditayangkan The Conversation pada Jumat, 19 Juni 2026. Dia menyoroti, apakah tim-tim dengan pemain bertubuh tinggi memiliki peluang lebih besar untuk meraih gelar juara dunia.

Data yang dianalisis berbagai media internasional menunjukkan bahwa dua tim dengan rata-rata tinggi badan tertinggi di Piala Dunia 2026 adalah Bosnia dan Herzegovina serta Norwegia dengan rata-rata 187 sentimeter. Sementara Australia memiliki rata-rata tinggi 183 sentimeter. Di sisi lain, Arab Saudi menjadi tim dengan postur paling pendek, yakni rata-rata 178 sentimeter.

Mencari Tinggi Badan Ideal untuk Pemain Sepak Bola

Pemain Piala Dunia tampaknya memiliki berbagai ukuran dari XS (Diego Maradona dari Argentina, 165cm) dan S (Lionel Messi dari Argentina, yang saat kecil menderita kekurangan hormon pertumbuhan, tingginya 170cm) hingga M (Pelé dari Brasil, 173cm), L (Zinedine Zidane dari Prancis, 185cm) dan bahkan XL (Erling Braut Haaland dari Norwegia, 195cm).

Para pemenang penghargaan FIFA Ballon d'Or untuk pemain terbaik di dunia memiliki berbagai tinggi badan. Messi, seperti yang disebutkan, tingginya hanya 170cm, sementara Rodrigo Hernández Cascante dari Spanyol (lebih dikenal sebagai Rodri) tingginya 190cm.

Tidak ada korelasi langsung antara tinggi badan rata-rata tim dan performa tim.

Para pemenang Piala Dunia Argentina, Spanyol, dan Brasil termasuk di antara tim-tim yang berpostur pendek selama bertahun-tahun.

Seorang profesor yang meneliti karakteristik fisik pemain sepak bola elite menilai tinggi badan memang dapat memberikan keuntungan tertentu, terutama dalam duel udara, situasi bola mati, dan aspek pertahanan. Namun, faktor tersebut bukanlah penentu utama keberhasilan sebuah tim.

Di sebagian besar dari 48 tim di Piala Dunia tahun ini, tinggi rata-rata berkisar antara 180 cm dan 185 cm untuk seorang pemain sepak bola.

Menurut analisis yang dipublikasikan menjelang Piala Dunia 2026, pemain sepak bola profesional umumnya memiliki postur lebih tinggi dibandingkan rata-rata pria seusia mereka di negara asal masing-masing. Menariknya, selisih tinggi badan antara pemain tim nasional dan populasi umum justru lebih besar di negara-negara yang masyarakatnya relatif lebih pendek.

Tinggi badan pemain disesuaikan dengan tuntutan posisi.

Penjaga gawang adalah yang tertinggi (rata-rata 189 cm di Piala Dunia) karena mereka membutuhkan jangkauan yang luar biasa untuk memblokir tembakan.

Pemain Australia tertinggi sepanjang masa di Piala Dunia adalah penjaga gawang Zeljko Kalac yang tingginya 202 cm. Pada suatu waktu, bahkan ada diskusi tentang memperbesar gawang karena penjaga gawang menjadi sangat tinggi.

Peran utama pemain bertahan adalah untuk menghalangi penyerang dan bersaing memperebutkan bola udara (terutama melalui sundulan), sehingga mereka juga cukup tinggi dengan rata-rata 183 cm.

Messi telah mencetak lebih dari 30 gol sundulan dalam kariernya sejauh ini, sementara Cristiano Ronaldo yang jauh lebih tinggi telah mencetak lebih dari 150 gol. Pemain yang lebih tinggi juga tampil lebih baik dalam tembok pertahanan saat tendangan bebas diberikan.

Pemain menyerang - gelandang dan penyerang - perlu lincah dengan akselerasi tinggi, sehingga mereka cenderung sedikit lebih pendek, sekitar 175-180 cm. Dua penyerang terhebat sepanjang masa - Maradona (165cm) dan Messi (170cm) - tergolong pendek.

Tampaknya tim Piala Dunia membutuhkan setidaknya beberapa pemain yang cukup tinggi untuk memenangkan duel udara, membentuk tembok pertahanan, dan menghalangi lawan.

Alasan Perancis Dianggap Kandidat Juara?

Meski bukan tim tertinggi di turnamen, Perancis tetap masuk dalam daftar favorit juara. Alasannya bukan semata-mata karena faktor fisik, melainkan kombinasi antara kualitas individu pemain, kedalaman skuad, pengalaman bertanding, serta keseimbangan antara kekuatan fisik dan teknik.

Selain itu, Perancis merupakan salah satu negara paling konsisten di Piala Dunia dalam dua dekade terakhir. Les Bleus menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022, serta kembali datang ke edisi 2026 sebagai salah satu unggulan utama.

Meski postur tubuh dapat memberikan keuntungan kompetitif, sejarah sepak bola menunjukkan bahwa tim dengan rata-rata pemain tertinggi tidak selalu menjadi juara. Tinggi badan hanyalah salah satu elemen dari profil atlet elite.

Jika Perancis akhirnya berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026, penyebabnya kemungkinan bukan semata-mata karena para pemainnya lebih tinggi dibanding negara lain, melainkan karena perpaduan kualitas fisik, teknik, pengalaman, dan kedalaman skuad yang membuat mereka terus menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.

"Tebakanmu tentang siapa yang akan memenangkan Piala Dunia sama buruknya dengan tebakanku. Tapi aku bisa mengatakan dengan yakin bahwa itu akan menjadi tim yang terdiri dari para pemuda dengan tinggi badan sedikit di atas rata-rata. Dan itu akan menjadi Perancis. Mungkin," pungkas Olds.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |