Perusahaan Pencipta Konten Porno Milik Elon Musk Dapat Duit Rp 335 T

1 day ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, mengantongi pendanaan jumbo senilai US$20 miliar atau sekitar Rp335 triliun, melampaui target awal US$15 miliar.

Pendanaan ini menempatkan xAI dalam jajaran startup AI dengan valuasi tertinggi di dunia. CNBC Internasional sebelumnya melaporkan valuasi xAI diperkirakan mencapai US$230 miliar, seiring derasnya arus modal ke sektor kecerdasan buatan sepanjang 2025.

Sejumlah nama besar tercatat sebagai investor, mulai dari Nvidia dan Cisco Investments, hingga investor lama Elon Musk seperti Fidelity, Qatar Investment Authority, MGX Abu Dhabi, StepStone Group, Valor Equity Partners, dan Baron Capital. Nvidia dan Cisco juga diketahui berperan sebagai mitra strategis sekaligus pemasok teknologi bagi xAI.

Lonjakan pendanaan xAI terjadi di tengah tren valuasi selangit startup AI global. OpenAI lebih dulu mencetak rekor dengan valuasi US$500 miliar, sementara Anthropic menyusul di kisaran US$350 miliar, didukung raksasa teknologi seperti Microsoft dan Nvidia.

Menariknya, xAI kini tidak hanya fokus pada pengembangan AI, tetapi juga menguasai platform media sosial X, setelah resmi bergabung dengan Twitter pada Maret lalu. Langkah ini memperkuat ekosistem data dan distribusi produk AI Musk, khususnya chatbot Grok.

Namun, perjalanan xAI tidak sepenuhnya mulus. Perusahaan ini tengah disorot regulator di Eropa, India, dan Malaysia, menyusul kontroversi Grok yang menghasilkan konten sensitif berupa gambar seksual anak dan gambar intim non-konsensual orang dewasa.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menindaklajuti masalah tersebut.

Berdasarkan penelusuran awal, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar mengatakan Grok AI belum memiliki pengaturan mencegah produksi dan distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia secara eksplisit serta memadai.

Menurutnya, hal ini berpotensi melanggar hak privasi dan citra diri, khususnya saat foto seseorang dimanipulasi atau disebarluaskan tanpa persetujuan.

"Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi. Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga," ujar Alexander dikutip dari laman resmi Komdigi, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, di tengah berbagai kontroversi xAI tetap berhasil mengamankan kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang baru-baru ini menambahkan Grok ke dalam platform agen AI miliknya. Grok juga menjadi chatbot utama di platform taruhan prediksi Polymarket dan Kalshi.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |