Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengakui Indonesia berada dalam deindustrialisasi. Maka dari itu sederet kebijakan dijalankan agar industri kembali bangkit, menciptakan lapangan kerja dan menyelamatkan kelas menengah.
"Waktu saya maju sebagai ppresiden, saya tidak bicara lagi pembangunan bangsa. Saya bicara transformasi bangsa. Yang terjadi adalah deindustrialisasi," kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis dan pakar yang tayang Kamis (19/3/2026)
Prabowo menjawab pertanyaan dari Chatib Basri, salah satu anggota Dewan Ekonomi Nasional. Chatib dalam penelitiannya mengungkapkan selama lima tahun terakhir frekuensi unjuk rasa kerap terjadi baik di Amerika Latin maupun Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Penyebabnya tidak terlepas dari kelas menengah yang semakin menyusut. Dirinya tidak menampik penurunan angka pengangguran secara keseluruhan, akan tetapi jika dilihat lebih perinci masyarakat berpendidikan, yaitu lulusan SMA, SMK dan universitas tidak banyak bekerja secara layak.
Kelompok tersebut, lanjutnya menggantungkan hidup kepada sektor informal dengan upah yang rendah. Hal ini yang kemudian diyakini mantan Menteri Keuangan tersebut memicu gejolak sosial.
Apa yang akan dilakukan Prabowo?
"Saya ingin hilirisasi. That's the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi," tegasnya.
Menurut Prabowo, hilirisasi akan membuka peluang kerja berkualitas, khususnya bagi generasi muda di sektor industri dan teknologi. Ia juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam industri otomotif berbasis sumber daya alam.
"Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil. Tapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Iya kan? This is what we have to do," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan strategi pembangunan industri melalui konsep pohon industri.
"Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya," jelasnya.
Ia mencontohkan komoditas kelapa sebagai salah satu potensi besar yang belum dimaksimalkan.
"Kelapa saja dianggap miracle crop. Virgin Coconut Oil, itu dianggap anti-cancer. Tapi kita baru punya satu dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan," ungkapnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti paradoks pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.
"Kita punya kopi, cokelat terbaik, tapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya coklat terbaik, tapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury. Ya kan? This is what we have to do," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa industrialisasi berbasis hilirisasi merupakan satu-satunya jalan untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat ekonomi nasional.
"Jadi justru ini jawabannya adalah industrialisasi," tutup Prabowo.
(mij/mij)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



