Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan menjadi negara terkaya nomor 4 di dunia pada tahun 2045-2050, seperti banyak yang diprediksi banyak pakar.
Hal itu diungkapkan saat acara Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
"Saudara-Saudara, banyak pakar di dunia sudah ramalkan bahwa dalam tahun 2045-2050 Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dan terkaya di dunia," kata Prabowo.
Dia menjabarkan bahwa setidaknya pada 2050, China akan menjadi negara terkaya nomor satu di dunia, disusul Amerika Serikat, India menempati posisi ketiga, lalu Indonesia di posisi keempat.
Bahkan, menurut Prabowo, posisi Indonesia akan mengalahkan banyak negara maju saat ini seperti Jepang, Inggris, dan Prancis.
"Nanti 2075 nanti India naik kita oke lah ke empat di dunia. Kita nanti 2050 kita di atas Jepang. Di atas Inggris, Brasil, Prancis," tuturnya.
Untuk itu, dia mengimbau semua pihak untuk bersiap, mengingat hanya butuh 25 tahun lagi untuk mencapai tahun 2050. Terutama mengenai sumber daya manusia yang saat ini masih berusia 10 tahun.
"Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu dia gimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia, kita harus hilangkan kelaparan, kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan, Insya Allah kita akan hilangkan," katanya.
(wia)
Addsource on Google
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378168/original/023047200_1760212331-562537073_18529363246047097_5022954532577445981_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541724/original/004752700_1774880357-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392662/original/015477500_1761480498-570444906_17988467495902645_8612739450593707224_n.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539719/original/000758000_1774614739-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-22.jpg)