Jakarta, CNBC Indonesia - Dua Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia, yakni Blok Rokan yang diperasikan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Ltd mengalami penurunan alamiah atau natural decline yang signifikan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD), Laode Sulaeman dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi produksi minyak Blok Cepu per Juli 2026 baru mencapai 124.266 barel per day atau 83,7% dari target lifting dalam APBN 2026 148.500 bph. Angka produksi siap jual itu itu juga turun dari realisasi tahun 2025 yang mencapai 151.166 bph.
"Memang Blok Cepu ini pada tahun 2026 ini memiliki kondisi natural decline yang agak ekstrem," terang Laode.
Laode mengakui, pemerintah sudah melakukan serangkaian diskusi dengan operator WK yakni ExxonMobil, dan sudah diambil langkah-langkah untuk melakukan upaya agar natural decline ini dapat direduksi.
"Sehingga saat ini kondisi yang terjadi di lapangan adalah mempertahankan untuk datar. Jadi jangan turun lagi seperti itu yang kita lakukan dengan lapangan cepu," tegas Laode.
Sementara itu, untuk Blok Rokan, dalam data paparan sampai pada Juli 2026 ini realisasi produksinya baru mencapai 133.581 bph atau 81,5% dari target lifting APBN 2026 mencapai 163.859 bph.
Laode menyampaikan, penurunan ini terjadi akibat kendala sistem kelistrikan yang hingga saat ini masih terkendara. "kami upayakan agar pembangkit ini nanti bisa segera kita perbaiki dan dioperasikan kembali sehingga bisa optimal kembali produksi di Blok Rokan," ungkap Laode.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan lifting minyak pada tahun 2026 ini mencapai 610.000 bph. Adapun sampai pada Juli 2026, lifting minyak sudah mencapai 578.156 bph atau 94,8%.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3162385/original/022516600_1593078778-20200625IQ_The_Jakmania_Esport_08.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569659/original/041138100_1777452638-Paul_Munster_vs_Bojan_Hodak.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347641/original/099453500_1757691462-Logo-Pegadaian-Championship-Liga-2-20252026.jpg)



