Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan pembangunan tambak udang terbesar di Indonesia yang berada di Waingapu, Sumbawa Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) menelan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun, di mana saat ini pembangunannya masih terus berprogres.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu mengatakan kawasan tersebut dirancang sebagai percontohan budidaya udang terintegrasi dengan standar operasional terbaik di setiap tahapan produksi dengan luas lahan secara keseluruhan mencapai 2.150 hektare (setara 2.150 lapangan bola).
"Kami membangun kawasan ini sebagai model budidaya terintegrasi yang ramah lingkungan, mulai dari proses pengambilan air (intake), pengolahan di tandon, kegiatan budidaya, hingga pengelolaan limbah melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL)," kata Haeru dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Nantinya, tambak udang terbesar di RI ini akan terbangun di lahan seluas 2.150 hektare, di mana saat ini sudah terbangun seluas 1.361 hektare. Dengan adanya kawasan tambak udang terbesar di Waingapu tersebut, pihaknya menargetkan produksi udang dari tambak Waingapu bisa mencapai 52.000 ton per tahun.
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. KKP)
"Jadi kalau hitung-hitungan kami, dalam satu tahun, produksi udang bisa sekitar 52.000 ton yang bisa dihasilkan dari tambak Waingapu ini," lanjutnya.
Untuk mencapai produksi udang tersebut, pihaknya juga akan menerapkan metode panen udang sebanyak 40 ton per hektare per tahun.
"Kemudian proyeksinya, kita ingin memastikan bahwa best practices itu bisa tercapai dengan baik. Best practices-nya itu sekitar 40 ton per hektare per tahun. Harapannya ini bisa kita capai, agar bisa tercapai produksi udang 52.000 ton per tahun," jelasnya.
Adapun target hasil produksi udang dari tambak Waingapu ini, selain untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri, juga akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) dan China.
"Dijual ke mana ini kalau kita lihat, kalau ekspor itu sudah pasti produknya banyak. Salah satunya ke AS, kemudian ke China, dan ke negara-negara yang memang banyak membutuhkan udang. Dan tidak menutup kemungkinan juga untuk pemenuhan konsumsi domestik," ujarnya.
(chd/wur)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

