Purbaya Klaim Defisit APBN 2025 Susut Jadi 2,8%

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan audit terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menunjukkan adanya penyusutan defisit dari semula 2,91% menjadi 2,8%.

Purbaya mengungkapkan hal ini ditemukan dalam audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025.

"Jadi (defisit) sekitar 2,8%. Nanti tunggu pengumuman resminya tapi itu memberikan ruang dari dana yang tidak dipakai. Kita memberikan SAL dari tahun ini," kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI, dikutip Selasa (7/5/2026).

Purbaya mengatakan saldo anggaran lebih atau SAL pemerintah mencapai Rp 420 triliun. Menurut Purbaya, SAL yang besar ini buruk di sisi lain karena artinya pemerintah tidak belanja.

Tetapi, hal ini baik di saat-saat penuh guncangan saat ini sehingga SAL bisa menjadi bantalan fiskal. "Jadi anggaran kita aman," tagasnya.

Menkeu meminta masyarakat tidak terpengaruh spekulasi mengenai kondisi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal pemerintah masih memadai untuk mendukung berbagai kebijakan yang telah ditetapkan.

"Masyarakat nggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup," tegasnya.

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan bahwa peningkatan defisit pada awal tahun merupakan konsekuensi dari strategi percepatan belanja pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi lebih merata, tidak menumpuk di akhir tahun seperti pola sebelumnya.

"Saya ingin menciptakan belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |