Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah memiliki bantalan cukup untuk menghalau guncangan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak perang di Timur Tengah yang mengerek naik harga minyak global.
Purbaya pun menuturkan pemerintah akan menggelontorkan anggaran tambahan untuk belanja subsidi energi sebanyak Rp90 triliun - Rp 100 triliun pada tahun ini. Tambahan itu sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya harga minyak yang bergejolak akibat ketidakpastian global.
Dengan demikian, dia menuturkan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun non subsidi.
"Iya kira-kira (sekitar Rp90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya," kata Purbaya Saat ditemui di Wisma Danantara, dikutip Senin (6/4/2026).
Namun sayangnya, Purbaya tidak merinci dari mana anggaran tersebut berasal. Ia hanya bilang.
"Kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak," ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi. Hal tersebut diputuskan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil rapat bersama.
"Penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih memakai harga sekarang," tegas Bahlil dalam keterangan persnya kepada awak media di Seoul, Republik Korea pada Selasa (31/5/2026).
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah masih melakukan pembahasan lebih lanjut bersama dengan Pertamina maupun penyedia BBM swasta, sehingga belum ada keputusan terkait penyesuaian harga. Demikian halnya dengan BBM Pertamina Dex, Bahlil memastikan tidak ada kenaikan harga hingga saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi, khususnya dalam penggunaan BBM. Hal tersebut, menurutnya, merupakan salah satu bentuk dukungan dari masyarakat dalam bekerja sama dengan pemerintah.
"Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak," ungkapnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)







:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)


