Raja Ecommerce Tutup di RI, Begini Nasibnya Sekarang

19 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Meski sempat menutup operasionalnya di Indonesia, raksasa e-commerce asal China, JD.com, kini justru mencetak kinerja keuangan yang mengesankan. Perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan tertinggi dalam 11 kuartal terakhir yang didorong oleh diskon besar-besaran dan dukungan subsidi dari pemerintah China.

Kinerja kuat ini membuat saham JD.com di Amerika Serikat melonjak lebih dari 5% pada awal perdagangan, setelah hasil kuartal keempat mereka melampaui ekspektasi pasar.

Seperti diketahui, persaingan e-commerce di China semakin sengit. Untuk tetap relevan, JD.com bersama pesaing utamanya, Alibaba, terus menurunkan harga guna menarik konsumen. Di sisi lain, pemerintah China juga ikut mendorong konsumsi lewat stimulus fiskal, termasuk insentif trade-in untuk produk-produk rumah tangga yang terbukti efektif meningkatkan belanja domestik.

Sebagai pemain besar dalam penjualan peralatan rumah tangga dan elektronik, JD.com memproyeksikan konsumsi yang lebih sehat di tahun ini. Hal ini tak lepas dari meningkatnya permintaan serta pengalaman belanja yang semakin ditingkatkan lewat teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pada kuartal keempat 2024, JD.com mencatatkan pendapatan sebesar 346,99 miliar yuan (setara Rp778 triliun), tumbuh 13,4% dari tahun sebelumnya dan jauh di atas proyeksi analis yang berada di angka 332,35 miliar yuan, menurut data LSEG.

Menurut analis dari M Science, Vinci Zhang, lonjakan ini sebagian besar ditopang oleh penjualan produk elektronik dan rumah tangga yang mendapatkan subsidi pemerintah. "Jadi berapa banyak dari pertumbuhan ini yang organik, masih belum jelas," ujarnya.

Tak hanya fokus pada e-commerce, JD.com juga melebarkan sayap ke sektor baru. Pada Februari 2025, perusahaan mengumumkan ekspansi ke layanan pengiriman makanan.

"Bisnis pesan-antar makanan merupakan pelengkap yang bagus untuk struktur bisnis yang sudah ada karena JD memiliki banyak kemampuan pergudangan dan logistik, jadi menambahkan layanan pesan-antar makanan terasa seperti perpanjangan alami dari hal tersebut," ujar Zhang.

Dari sisi keuntungannya pun, JD.com mencatat laba bersih sebesar 9,9 miliar yuan pada kuartal Oktober–Desember. Angka ini naik tajam dari 3,4 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, JD.com pernah hadir di pasar Indonesia melalui platform JD.ID yang mulai beroperasi sejak November 2015. JD.ID sempat menawarkan berbagai produk mulai dari elektronik, perlengkapan ibu dan anak hingga barang mewah.

Kendati begitu setelah beroperasi selama tujuh tahun, JD.ID resmi menutup layanannya pada 31 Maret 2023. Ini seiring dengan strategi global perusahaan untuk lebih fokus pada pasar domestik dan efisiensi operasional.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Rekomendasi HP Berteknologi AI Yang Jadi Tren 2025

Next Article Aplikasi China Nomor 1 Jajah Dunia, Amerika Langsung Bereaksi

Read Entire Article
| | | |