Ramai Menteri di Kantor Menhan Bahas Rekrutmen CPNS, Ini Hasilnya!

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjabarkan hasil rapat dengan beberapa menteri dan kepala lembaga di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa (17/3/2026). Dalam rapat itu dibahas mengenai evaluasi terhadap postur rekrutmen kepegawaian di Kementerian dan Lembaga.

Prasetyo menjelaskan dalam rapat dibahas mengenai evaluasi pengawakan atau rekrutmen untuk ASN yang akan bertugas untuk menjalankan program prioritas presiden seperti Koperasi Desa Merah Putih hingga Kampung Nelayan.

"Sesuai dengan petunjuk dari bapak presiden kita semua diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian kita. Dan paralel untuk kami semua diminta melakukan telaah, melakukan exercise dalam rangka ke depan melakukan pengawakan untuk menjalankan program prioritas dari bapak presiden," kata Prasetyo, usai rapat.

Prasetyo mencontohkan, pada rapat itu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang akan mengkaji ulang kebutuhan tenaga pendidikan, komposisi kepegawaian dan bidang yang dibutuhkan.

Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga hadir diminta melakukan pendataan kebutuhan tenaga kesehatan pada daerah 3T. Yaitu masih ada 4.000 puskesmas yang belum memiliki tenaga medis, dokter, dan dokter gigi.

Namun ketika ditanya, apakah akan ada rekrutmen CPNS tahun ini, Prasetyo belum bisa memastikan.

"Belum, sedang kita finalkan, kita rumuskan," terangnya.

Namun dia memastikan bahwa semua menteri yang hadir sudah menyampaikan kebutuhannya masing-masing. Dengan pertimbangan kemampuan fiskal saat ini.

Prasetyo juga tidak menampik bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan penghematan. Sehingga jumlah ASN yang akan direkrut juga masih belum bisa dipastikan.

"Kalau pertanyaan jumlah kita belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi bahwa setiap tahun kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun. Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi," kata Prasetyo.

"Jadi berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program pemerintah dari pemerintah," tambahnya.

Diketahui, dalam rapat itu juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil menteri Pertahanan Donny Ermawan, hingga Menpanrb Rini Widyantini.

Prasetyo juga menjelaskan alasan rapat ini digelar di Kementerian Pertahanan, karena nantinya ada pendidikan khusus yang akan dikerjasamakan saat rekrutmen ASN.

"Nanti pada saat kita memutuskan melakukan rekrutmen, maka kita minta Kementerian Pertahanan yang memiliki fasilitas lembaga-lembaga pendidikan cukup tersebar, nah itu menjalankan pendidikan dan pelatihannya. Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan," jelasnya.

(emy/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |