Robert Alberts Blak-blakan Ungkap Fakta Sengketa dengan Persib: Saya Sudah Berkompromi

12 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, akhirnya buka suara mengenai kasus pembayaran dengan Maung Bandung yang sempat berujung pada sanksi FIFA Registration Ban.

Robert menjelaskan persoalan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Pria asal Belanda itu mengaku selama ini memilih diam karena tidak ingin membawa persoalan pribadinya dengan Persib ke ranah publik.

Namun, sikap tersebut berubah setelah Robert mendapat komentar yang menyudutkan dirinya dan keluarga. Ia merasa perlu menjelaskan kronologi lengkap berdasarkan dokumen FIFA.

"Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," kata Robert, Rabu (12/8/2026). 

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Muncul Masalah setelah Pergantian Manajemen

Robert mengungkapkan awalnya sepakat menandatangi perpanjangan kontrak dengan Persib selama empat tahun, tepatnya dari musim 2021 hingga 2025.

Namun, Robert Alberts memutuskan mundur dari kursi kepelatihan Persib pada kompetisi Liga 1 2022/2023. Keputusannya ini tidak lepas dari hubungan baik dirinya dengan manajemen Persib.

"Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga berkat hubungan baik dengan manajemen pada saat itu," jelasnya.

"Manajemen selalu transparan kepada saya, dan kami mencoba menyelesaikan masalah pembayaran. Saya menunggu dengan sabar untuk tindak lanjut mereka," tambah Robert.

Setelah itu, muncul persoalan ketika adanya pergantian di tubuh manajemen Persib. Robert sempat mencoba mendiskusikan pembayaran yang tertunda dengan manajemen baru Persib.

"Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Adhitia (Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat) dari manajemen baru. Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak," ungkapnya.

Kurangi Nominal Kontrak

Dalam pertemuan tersebut, Robert mengaku setuju mengurangi jumlah kontrak awal dari nilai asli yang harus dibayarkan. Dirinya menerima hal itu karena memahami situasi klub saat itu.

"Jadi ini bukan situasi di mana saya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari klub. Saya sudah berkompromi, sudah mengurangi apa yang menjadi hak saya, dan menyetujui pengaturan pembayaran dengan niat baik. Yang saya harapkan setelah itu hanyalah agar perjanjian yang telah ditandatangani tersebut dihormati," terangnya.

Namun, Robert tidak habis pikir dengan pernyataan manajemen Persib yang tidak tahu-menahu mengenai kasus ini. Padahal, sebelumnya kedua belah pihak telah bertemu dan sepakat soal pembayaran.

"Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini," tegasnya.

"Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," katanya.

Masalah Sudah Kelar

Robert meminta publik menilai persoalan tersebut berdasarkan fakta dan dokumen, bukan rumor maupun asumsi. Ia berharap tidak ada lagi pihak yang menyudutkan dirinya atau keluarganya terkait sengketa yang telah melalui proses resmi FIFA tersebut.

Dengan pembayaran yang disebut telah dilunasi dan permintaan pencabutan sanksi yang telah disampaikan kepada FIFA, Robert memilih mengakhiri persoalan tersebut.

"Kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut. Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi," ucap Robert. 

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Muhammad Faqih
  • Yus Mei Sawitri
Read Entire Article
| | | |